Bersama Warga Banjarnegara, Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Ajak Ajak Maknai Kegotongroyongan dalam Pancasila

Media Jateng, Banjarnegara– Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono kembali sapa petani dan warga Banjarnegara.

Bertemu warga Banjarnegara, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono menggelar dialog makna gotongroyong dalam Pancasila.

Dialog warga bersama Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng, terkait kehidupan bermasyarakat berbasis Pancasila, yang didalamnya terkandung makna kegotongroyongan.

Karenanya ungkap Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono, pemerintah daerah perlu mengedepankan kebersamaan dalam setiap pengambilan kebijakan.

Baca juga: Banyak Raih Prestasi, Menpora Apresiasi Mahasiswa USM

“Kebersamaan gotong royong harus diutamakan dengan seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono.

“Dengan begitu, semangatnya bisa tercermin dalam produk perundang-undangan maupun kebijakan,” imbuh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono.

“Politik sama sekali tidak identik dengan gontok-gontokan atau keinginan untuk menang sendiri,” tambah Ferry Wawan Cahyono dalam paparannya saat dialog ‘Sosialisasi Non-Perda’ bertema ‘Dari Gotong Royong Masyarakat Menuju Negara Kuat,’ di Balai Desa Panusupan Kecamatan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara, Sabtu 29 Oktober 2022.

Baca juga: Agum Gumelar Tegaskan Kembali Peran IKAL Lemhanas Bantu Pemerintah Atasi Persoalan Bangsa

Saat ini, tambah Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng, Bangsa Indonesia tengah memasuki masa endemi sehingga diperlukan kebersamaan dan kegotongroyongan di segenap masyarakat dan anak bangsa.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono menambahkan, dengan gotong royong, dapat membantu antar sesama dan tidak hanya slogan.

“Aksi nyata itu dapat dilihat tiap hari di berbagai sudut wilayah NKRI,” ucap Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng yang akrab dipanggil Mas Ferry.

Karakter seperti Itulah yang menyelamatkan bangsa ini dari keterpurukan 2 tahun akibat pandemi Covid-19. Bahkan, jiwa-jiwa Pancasilais muncul tanpa diperintah.

“Pancasila juga merupakan simpul yang telah mengikat Bangsa Indonesia. Oleh karena itu, modal bangsa Indonesia saat ini adalah gotong royong, yang manifestasinya adalah dialog dan musyawarah untuk mufakat,” lanjut Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono.

Senada, Bawono sebagai tokoh masyarakat di Pejawaran, Banjarnegara mengatakan Pancasila milik seluruh Bangsa Indonesia dan bukan hanya golongan tertentu.

Itulah keseimbangan yang ingin dibangun Pancasila menjalankan negara karena Pancasila bukan hanya klaim sepihak atau satu golongan semata.

“Tapi, Pancasila merupakan representasi kesepakatan bersama dan sari pati dari relasi sosio-kultural, serta yang paling penting adalah common dream (mimpi) semua anak bangsa. Gotong royong sebagai pedoman hidup bermasyarakat harus terus dilaksanakan demi terwujudnya Negara Indonesia yang kuat, maju, adil, dan makmur,” jelas Bawono.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono dialog makna Gotong royong bersama warga Banjarnegara.

Dialog warga bersama Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng, terkait kehidupan bermasyarakat berbasis Pancasila, yang didalamnya terkandung makna kegotongroyongan.mj/Wahyu