Grobogan

Grobogan Setelah 13 Tahun Tidak Banjir

×

Grobogan Setelah 13 Tahun Tidak Banjir

Sebarkan artikel ini

Grobogan, mediajateng.net- Luapan Sungai Lusi, tidak saja menggenangi area persawahan. Namun air masuk ke dalam ratusa rumah warga di sisi timur Kabupaten Grobogan.

Air banjrmir, ungkap BPBD Kabupaten Grobogan, Endang Sulistyoningsih ST MT, Minggu (31/1) mengakibatkan sebanyak 527 rumah di 9 Desa di 4 Kecamatan tergenang banjir.

Selain itu, air juga menggenangi satu sekolah yang saat ini sedang tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Kecamatan Tawangharjo 136 kepala keluarga (KK) terdampak. Dimana di Desa Jono 11 KK sempat tergenang rumahnya, namun hari Minggu sudah surut,” kata Endang, kepada wartawan, Minggu (31/1).

“Desa Mayahan 125 KK, terdampak. Sedang di Kecamatan Grobogan ada 82 KK dan 1 sekolah terdampak. Paling banyak di Kecamatan Purwodadi ada 304 KK terdampak “ urainya.

Di Kecamatan Purwodadi dampak banjir terbagi di empat Kelurahan yakni Kelurahan Purwodadi 159 KK, Kelurahan Kuripan 45 KK, Desa Karanganyar 50 KK dan Desa Kedungrejo 50 KK.

“Di Kecamatan Brati dampak banjir menggenang di 5 rumah milik warga di Desa Menduran,” tambahnya.

Selain rumah warga, banjir juga mengancam ribuan hektar padi siap tanam dan menjebol tanggul sungai.mj/50