Media Jateng, Grobogan – Upaya memperkuat Keluarga Berencana terus digencarkan DP3AKB Grobogan dan BKKBN Jawa Tengah melalui program Bangga Kencana, yang mendapatkan dukungan anggota DPR RI Komisi IX, Edy Wuryanto.
Kepala DP3AKB Grobogan, Indartiningsih, menegaskan pentingnya sinergi ayah dan ibu dalam menciptakan keluarga sehat dan berkualitas. Ia menilai kesadaran suami menjadi penentu utama keberhasilan Bangga Kencana.
Hal itu disampaikannya dalam Sosialisasi Program Bangga Kencana yang digelar di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Kamis (16/10/2025).
BACA JUGA : Banjarejo Dukung Program Bangga Kencana, Edy Wuryanto Beri Motivasi Keluarga Sehat
“Bapak-bapak jangan merokok agar ibu melahirkan dengan gizi cukup dan tetap sehat,” ujar Indartiningsih dalam sosialisasi Keluarga Berencana yang dihadiri puluhan warga
Menurut Indartiningsih, saat ini justru banyak istri yang rela berbagi lauk terbaiknya untuk suami. Namun, itu bisa diminimalisir agar kaum bapak bisa mengalah dari istrinya yang sedang hamil.
“Kalau istri sedang hamil, bapak sebaiknya mengalah dulu, karena ada dua nyawa yang harus dijaga,” ujarnya dengan nada menenangkan.
Pemerintah kini menyalurkan makanan bergizi gratis bagi ibu hamil, menyusui, dan anak non-PAUD. Program ini berbasis data posyandu agar tepat sasaran dan mudah diawasi.
“Kalau ingin dapat bantuan makanan bergizi, ibu harus aktif ke posyandu,” jelasnya, menekankan pentingnya partisipasi warga dalam mendukung program pemerintah berbasis kesehatan keluarga.
Indartiningsih juga menyoroti rendahnya minat masyarakat terhadap KB jangka panjang. Padahal, jika hal itu dimanfaatkan akan lebih efektif, seperti penggunan MKJP.
“Masih banyak yang pakai pil dan suntik, padahal KB MKJP seperti IUD lebih efektif,” ujarnya.
Ia bahkan menegaskan, program KB pria kini juga siap dilayani langsung sebagai bagian dari program Keluarga Bencana.
“Kalau ada bapak yang mau daftar KB, hari ini juga bisa kami antar,” katanya disambut tawa peserta kegiatan tersebut.
Ia menegaskan, program Keluarga Berencana bukan untuk membatasi jumlah anak, melainkan mengatur jarak kelahiran agar ibu dan anak tumbuh sehat. Konsep itu menjadi inti gerakan Bangga Kencana.
Selain KB, BKKBN juga menjalankan program Quick Win, Gerakan Ayah Teladan Indonesia, hingga Program Lansia Berdaya yang memberi manfaat kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Eka Sulistia Ediningsih, mengingatkan masyarakat untuk menjaga kehamilan ideal dan menghindari risiko di usia lebih dari 35 tahun.
“Jangan hamil terlalu muda, terlalu sering, atau terlalu tua,” ujarnya menegaskan, seraya mengutip pesan Edy Wuryanto agar setiap keluarga memahami pentingnya kesehatan reproduksi.
Eka juga meminta calon pengantin melakukan pemeriksaan pra nikah tiga bulan sebelumnya agar kondisi kesehatan siap menjalani rumah tangga yang sehat dan produktif.
BACA JUGA : Pilus : Smart Parlement Dukung Transformasi Digital Menuju Tata Kelola yang Terbuka
Sementara itu, Edy Wuryanto menyoroti pentingnya peran ayah dalam mendidik anak. Terutama untuk anak perempuan.

“Cinta pertama anak perempuan adalah ayahnya, jadi ayah harus hadir dan membersamai,” ucapnya.
Ia menambahkan, ayah teladan bukan hanya pencari nafkah, tapi juga penjaga moral dan ketahanan keluarga.
“Anak yang tangguh lahir dari keluarga yang saling mendukung,” tegas Edy Wuryanto.(Mj/Ag).












