Semarang, MediaJateng.Net — Ikatan Pemuda Penggerak Desa Indonesia (IPDA) melakukan Rapat strategis dengan Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Jawa Tengah pada Kamis 31 Juli 2025.
Kegiatan ini sebagai langkah awal untuk menyusun konsep dan teknis pengentasan kemiskinan di 11 kabupaten di Jawa tengah.
Rapat tersebut di pimpin oleh Iwanuddin Iskandar sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah.
Dalam rapat tersebut, IPDA hadir dipimpin langsung oleh Ketua Umum Arifin Kusuma Wardani, didampingi oleh pengurus bidang Pemberdayaan masyarakat (Wisnu), Pengurus bidang Jaga Iklim (Angga), Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi IPDA dalam membangun komunikasi lintas sektor dengan Pemerintah Jawa Tengah.
Iwanuddin Iskandar selaku Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) memberikan arahan untuk saling berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan masyarakat Desa, Dinas Kepemudaan dan Olahraga serta dinas terkait lainya.
“Agenda Rapat tersebut merupakan bagian dari upaya IPDA untuk langsung bergerak secara kongrit untuk membatu program Gubernur Jawa Tengah. Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Iwanuddin Iskandar beserta jajaranya yang telah menerima diskusi kami, dengan gotong royong dan sinergi antar pemerintah akan lebih cepat dan efektif dalam mengentaskan kemiskinan di Jawa Tengah,” ujar Arifin Kusuma Wardani, Ketua Umum IPDA.
Dalam sesi presentasi, Ketua Umum IPDA juga menyoroti berbagai pengalaman pendampingan IPDA di desa dengan tingkat kesejahteraan rendah (desa miskin) di Jawa Tengah, yang berhasil didorong menjadi desa hijau produktif melalui pendekatan community-based resource utilization.
Beberapa desa yang semula berada dalam garis kemiskinan berhasil mengalami perubahan melalui lompatan pendapatan dengan memanfaatkan potensi lokal secara kolektif salah satunya yaitu Desa Pekasiran Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.
Angga Nugroho menambahkan terkait pendekatan sistematis IPDA dalam mendampingi desa, yaitu dengan menggali potensi Desa yang ada, lalu setelah melakukan mapping dengan metode Analisis SWOT kita bisa melihat potensi yang ada di desa tersebut kemudian kita melakukan pendampingan SDM untuk kita beri edukasi serta berdayakan berdasarkan sumberdayanya serta potensi yang ada.
Pemuda penggerak Desa membuktikan bahwa dengan pendampingan terstruktur dan ekosistem yang sehat, pemuda desa bisa naik kelas menjadi aktor ekonomi yang mandiri dan memajukan Desa terkhusus yang akan dilakukan pendamping oleh Ikatan Pemuda Penggerak Desa IPDA Indonesia di 11 Kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah.
Harapannya dengan diskusi tersebut IPDA bisa bermanfaat untuk masyarakat Indonesia dan berperan aktif dalam mendukung pemerintah sesui dengan program pemerintah Jawa Tengah dan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Gibran ke 6 yaitu Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Sebagai tambahan informasi, Ikatan Pemuda Penggerak Desa Indonesia (IPDA) adalah organisasi non-partisan yang menghimpun pemuda dari berbagai latar belakang untuk menjadi katalisator pembangunan desa yang partisipatif dan berbasis potensi lokal.
IPDA aktif dalam pengembangan model intervensi kemiskinan, inkubasi UMKM desa, serta advokasi kebijakan transformasional.***








