Semarang

55 Jabatan Lurah Kosong, Komisi A Minta Percepatan Penataan

×

55 Jabatan Lurah Kosong, Komisi A Minta Percepatan Penataan

Sebarkan artikel ini

Media Jateng, Semarang,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mendukung penuh langkah pemerintah kota setempat dalam melakukan penataan jabatan struktural secara bertahap. Termasuk pengisian 55 jabatan lurah yang saat ini masih kosong.

Sekertaris Komisi A DPRD Kota Semarang, Cahyo Adhi Widodo mengatakan, penataan jabatan secara bertahap penting dilakukan karena akan berdampak positif terhadap peningkatan kinerja pemerintah kota secara keseluruhan.

“Kami apresiasi bahwa proses penataan itu sudah dimulai. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng sudah melantik para pejabat eselon II sehingga kini seluruh posisi tersebut telah terisi,” katanya saat ditemui para awak media, baru-baru ini.

Menurutnya, setelah menata jabatan eselon II, selanjutnya adalah penataan eselon III dan IV, termasuk camat dan lurah, yang diharapkan dapat segera diselesaikan.

Politisi muda Partai Golkar ini menjelaskan, dalam proses pengisian jabatan eselon II telah menggunakan sistem manajemen talenta. Seperti diketahui, sistem tersebut berbasis pada latar belakang pendidikan, pengalaman, pelatihan, serta integritas yang dinilai melalui matriks penilaian.

“Dari penerapan sistem tersebut, kami melihat bahwa pemerintah kota sudah memiliki sumber daya yang sesuai dengan matriks tersebut. Tinggal menempatkan pada posisi yang tepat agar bisa bekerja secara profesional dan maksimal” katanya.

Pihaknya menilai pendekatan manajemen talenta perlu diterapkan secara konsisten dalam pengisian jabatan camat dan lurah. Dengan demikian, pejabat yang nantinya terpilih tidak hanya mengisi kekosongan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Lebih lanjut Cahyo Adhi Widodo menambahkan pihaknya berharap percepatan pengisian jabatan ini dapat segera direalisasikan, sehingga roda pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan berjalan lebih efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kota Semarang secara optimal. (ot/mj)