400,7 Kilogram Daging Glonggongan Berhasil Diamankan

Purwodadi,Mediajateng.net–Razia daging gelonggongan yang dilakukan Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan bersama tim gabungan berhasil mengamankan 400,7 kilogram daging sapi glonggongan. Daging tersebut berhasil disita dari tiga pemasok dari Boyolali dan Salatiga saat masuk ke Kota Purwodadi, Jumat dini hari (23/12), kemarin.

Razia daging tersebut dilakukan menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru 2017 di mana menjelang hari raya tersebut konsumsi daging meningkat. Hal itu, dimanfaatkan oleh pedagang nakal dengan menjual daging gelonggongan.

Tiga penjual daging gelonggongan ini yang terkena razia sekitar pukul 03.30 di tugu batas Kota Purowdadi Kelurahan Danyang. Yaitu Jaswanto warga Salatiga membawa 141,8 kilogram menggunakan sepeda motor dengan bronjong dan Sugeng Lestari, warga Boyolali membawanya dengan mobil Pick Up daging 138,8 kilogram. Kedua pedagang ini berencana akan menjualnya ke pasar Fajar Purwodadi. Sedangkan Dato, asal Boyolali membawa daging dengan mobil 121,1 kilogram. Rencananya daging akan dijual di Pasar Wirosari, Kradenan dan Gabus.

Daging tersebut berhasil diamankan sebelum dijual pada konsumen. Para pedagang yang tidak mengira akan ada razia hanya bisa pasrah saat barang dagangannya disita petugas.

”Daging yang kita amankan ada 400 kilogram. Setelah dicek postif daging gelonggongan karena mempunyai kadar air 80,7 persen dari kadar air daging 77 persen ,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Peternakan Grobogan Riyanto didampingi mahasiswa kedokteran Hewan UGM Yogyakarta, kemarin.

Dikatakan, dalam razia tersebut selain mendapatkan daging gelonggongan. Tiga pedagang ini tidak membawa surat penghantar dan asal-usul daging tersebut. Dokumen yang dibawa adalah dokumen ilegal. Usai diamankan dari pedagang, daging yang didapat dari operasi disimpan dan dimusnahkan petugas di belakang kantor dimusnahkan dengan cara dibakar.

”Pemusnahan daging gelonggon dengan cara dibakar agar tidak manfaatkan kembali. Karena berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi,” terang dia.

Untuk menjerat para pedagang daging gelonggongan, mereka dikenakan Perda Nomor 5 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan. Ancaman hukuman tindak pidana ringan 6 bulan penjara atau denda maksimal Rp 50 juta.

”Razia daging ini tidak hanya saat menjelang hari raya. Tetapi kami lakukan rutin sewaktu-waktu. Tujuanya untuk mengawasi peredaran daging gelonggongan,” ujarnya.

Sebelumnya, petugas gabungan berhasil menggagalkan peredaran 500 kilogram gelonggongan pada Juni 2016 lalu. Razia tersebut digelar mendekati Lebaran. Daging tersebut kemudian dimusnahkan dengan cara di bakar.(mun)

Comments are closed.