Banjir Bandang Kembali Terjang Mangkang

SEMARANG, Mediajateng.net – Ditengah kesibukan mengamankan barang berharga dari dalam rumah di RT 3 RW, Mangkang, Kota Semarang, Jawa Tengah, anggota TNI dari Koramil 14 Tugu, Kota Semarang harus disibukan tugas membantu meringankan beban tetangga karena rumahnya tergenang air kiriman.

Sersan mayor Supardi, warga Mangkang Wetan, Kota Semarang, bersama tetangga harus kembali disibukan pekerjaan membersihan rumah setelah sebelumnya banjir hingga melumpuhkan perbatasan Kota Semarang dengan Kabupaten Kendal.

“Rumah tergenang. Banjir sejak sore,” katanya, Sabtu (10/2) dini hari tadi.

Penyebabnya terjangan air kali ini lebih besar dibanding banjir sebelumnya. Hujan di kawasan selatan kota semarang mengakibatkan genangan setinggi 50 centimeter.

“Ratusan rumah tergenang. Warga belum bisa membersihkan rumah. Hanya bisa berjaga-jaga,” katanya.

Tidak saja menggenangi rumah warga, namun air juga mengenang dan mengakibatkan jalur pantai utara (pantura) di kawasan Mangkang dan sekitarnya macet total.

Bahkan sampah juga menumpuk di jembatan rel kereta api dan mengakibatkan PT Kereta api Daerah Operasional IV hanya berani memberlakukan 1 jalur.

Agus penumpang KA Kaligung yang melakukan perjalanan dari Tegal menuju Semarang menjelaskan, setelah berangkat dari Stasiun Tegal jam 17.00 sesuai jadwal harusnya sampai Poncol jam 20.00.

“Hingga tengah malam masih tertahan di Kalibodri. Sebenarnya tadi perjalanan lancar tapi karena banjir jadi berhenti di Kalibodri sejak pukul 19.30,” katanya.

Sementara itu, Suprapto, Menejer Humas PT KAI Daop IV, menjelasan, air bah mengenang sedikitnya tiga titik jalur kereta api.

“Titik genangan ada di Jerakah – Mangkang, tepatnya di kilometer 11+2/8. Tapi, genangan di titik ini aman dilalui,” katanya.

Genangan kedua terjadi di daerah Kaliwungu – Kalibodri, di km 20 + 700 s/d 21 + 200 sudah menghawatirkan.

“Banyak sampah menumpuk di jembatan rel, jadi hanya bisa dilalui satu jalur kita hanya bisa manfaatkan satu jalur hilir yakni dari Surabaya-Jakarta karena kondisinya aman,” katanya.

Untuk jalur hulu, katanya, tidak bisa dilewati karena ada tumpukan sampah atau kita sebut on progress pembersihan.

Dia menambahkan titik gennagan ketiga ada diKaliwungu – Mangkang, di km 15 + 1/2, kondisi aman dilalui kereta.
Antrean kereta perlu watu lama lantaran, jalur yang seharusnya dilewati kereta dengan kecepatan 70 kilometer perjam karena kehati-hatian maka hanya dilewati dengan kecepatan20 kilometer perjam.

“Kereta tidak seperti angkutan bus atau angkot yang bisa belok setelah melewati genangan. Tapi harus melintas hingga persimpangan berikutnya. Ini yang memakan wktu antrean cukup lama,” katanya.

Berdasar informasi yang dihimpun Mediajateng.net, Sabtu (10/2) pukul 06.00 wib, banjir telah surut. Namun tumpukan lumpur masih masih cukup tinggi dan susah dibersihkan.

“Warga berharap ada bantuan air dari pemadam kebakaran untuk menyemprot dan membersihkan lumpur,” kata Supardi.