Semarang Jajaki Kerjasama Wisata Religi Dengan Malaysia

SEMARANG, Mediajateng.net – Pemkot Semarang terus mengembangkan potensi wisata religi dengan melakukan promosi dan sejumlah kerjasama. Selain pameran di event nasional hingga internasional, Pemkot Semarang juga menjajaki negara lain yang mempunyai benang merah sejarah dengan Kota Semarang.

Setelah sebelumnya menjajaki kerjasama dengan Tiongkok untuk mengembangkan wisata Sam Poo Kong, kini Pemkot Semarang kembali menjajaki kerjasama dengan Malaysia untuk mengembangkan wisata sejarah Walisongo di Kota Semarang.

Bertempat di Po Hotel Kota Semarang baru-baru ini, Walikota Semarang Hendrar Prihadi menerima pengelola Yayasan Raja Sakti At Thomim Sunan Kalijaga Malaysia. Perwakilan pengelola yayasan, Mohamad Sahrulnizam MR mengungkapkan bahwa kedatangannya ke Kota Semarang didorong oleh rasa persaudaraan sebagai keluarga besar untuk dapat saling mendukung dalam berbagai hal.

“Kita berpegang pada Hadist Nabi, Khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia yang memberikan manfaat bagi orang lain. Dan hari ini kita daripada keturunan yang sama, kita punya wawasan, visi, dan misi yang sama”, ujarnya usai acara.

Hendi, panggilan akrab Walikota Semarang, menyambut baik datangnya perhatian dari negara tetangga Indonesia tersebut. Di sisi lain dirinya yakin bila pertemuan tersebut juga dapat menjadi perekat hubungan antara Indonesia dan Malaysia.

“Yang pasti saya menyambut baik perhatian yang diberikan oleh sedulur-sedulur dari negara tetangga pada hari ini, harapannya ada sebuah sejarah yang dirajut bersama dengan adanya penjajakan kerjasama ini”, pungkas Hendi.

Pihaknya berharap ada sebuah sejarah yang bisa dilakukan untuk mempererat hubungan antara Malaysia dan Indonesia, khususnya Kota Semarang.

Dalam beberapa referensi sejarah sendiri memang banyak yang menuliskan jika Kesultanan Kelantan di Malaysia memiliki benang merah dengan Walisongo sebagai penyebar Islam di tanah Jawa. Syekh Jumadil Kubro disebutkan merantau ke Kelantan pada tahun 1349 Masehi lalu menikahi putri keluarga Diraja Imperium Chermin (Kelantan Purba). Dasar sejarah itulah yang kemudian coba dilakukan kembali oleh Hendi untuk semakin mengembangkan wisata religi di Kota Semarang. (ot/mj)