Penelitian, Tolak Ukur Relevan Kemampuan Guru

SEMARANG,Mediajateng.net-Penelitian menjadi tolak ukur yang relevan bagi perkembangan kemampuan guru. Terlebih untuk penerapannya dalam aplikasi kurikulum 2013.

Dalam kuliah pakar, Urgensi Penelitian Bahasa dan Sastra oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unissula, Prof Dr Subiyantoro M.Hum mengungkapkan bahwa penelitian saat ini wajib dilakukan siapa pun yang bergelut dalam dunia kependidikan. Terlebih sebagai guru, yang diwajibkan melakukan penelitian minimal 1 kali dalam rentan waktu 5 tahun.
“Pengembangan harus dilakukan guru. Terlebih yang sudah tersertifikasi atau pun yang PNS,” kata dia, Rabu (4/1).

Jika tidak dilakukan, tambah dia, konsekuensinya adalah pencabutan sertifikasi juga tidak bisa menjalani proses kenaikan pangkat. “Maka kemampuan penelitian harus dikembangkan sedari mahasiswa,” tambah dia.

Subiyantoro mengungkapkan bahwa pemahaman dasar soal penelitian harus terlebih dahulu harus dipegang. “Ragam penelitian seperti kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dasar, terapan, evaluasi dan pengembangan harus diutamakan ke mahasiswa,” kata dia.

Kecenderungan penelitian guru, tambah dia, mestinya lebih banyak bersifat penelitian terapan, evaluasi ataupun pengembngan. “Berdasar pada kompetensi dan pengembangan kemampuan guru,” jelas dia.

Sementara itu, Sekretaris Jurusan PBSI Unissula, Turrahmat mengungkapkan bahwa pemahaman penelitian harus sesegera mungkin ditanamkan pada mahasiswa, terlebih sebagai calon pendidik. “Maka kami, Progdi PBSI Unissula berupaya seoptimal mungkin mendorong peningkatan kemampuan mahasiswa, dalam penelitian salah satunya,” terang dia.(MJ-016)

Comments are closed.