Pendidikan Ritel untuk SMK Perlukah

SEMARANG, Mediajateng,net-

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) yang mempunyai program kurikulum pendidikan ritel bagi siswa SMK di Kota Semarang. Kurikulum bisnis menjadi alternatif bagi siswa SMK ketika memasuki dunia kerja.

“Patut disyukuri ada pengusaha yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan SMKN 9 di Semarang. Melalui kerja sama ini diharapkan lulusan SMK ke depan siap kerja karena memiliki standar kompetensi yang dibutuhkan industri,” kata Hendi, sapaan akrab Walikota Semarang, di sela acara peresmian Alfamart Class di SMK Negeri 9 Semarang, Selasa (31/10/17).

Program clas bisnis akan berdampak positif peningkatkan kualitas lulusan SMK. Dengan demikian, lulusan mempunyai karir yang jelas bekerja langsung di industri ritel atau membuka usaha ritel secara mandiri.

Deputy Branch Manager Alfamart Semarang, Supriyanto, menjelaskan, SMK Negeri 9 Semarang sekolah kedua yang mengimplementasikan kurikulum pendidikan ritel.

Melalui program ini, perusahaan ingin menumbuhkembangkan minat masyarakat terhadap dunia ritel melalui proses pembelajaran ritel yang aplikatif. Tak hanya itu, perusahaan ingin berpartisipasi dalam menciptakan keselarasan program pendidikan dengan kebutuhan dunia bisnis ritel melalui transfer knowledge dan praktik pembelajaran yang komprehensif.

“Program ini diharapkan dapat menciptakan lulusan SMK yang siap kerja di lingkungan perusahaan, khususnya di industri ritel, dengan beberapa kompetensi yang telah dimiliki,” lanjutnya.

Kompetensi tersebut antara lain, Softskill dalam penjualan, penguasaan produk, transaksi penjualan, administrasi penjualan, persediaan produk, pelayanan pelanggan, prosedur kerja, serta kerja sama tim.

Selain melakukan sinkronisasi program pendidikan, perusahaan juga akan menghibahkan laboratorium Business Center berupa mini toko Alfamart sebagai media praktik belajar siswa di sekolah.

“Para siswa bisa langsung mengaplikasikan ilmunya disini,” ujar Supriyanto.