Pemkot Semarang Ajak Warganya Manfaatkan Lahan Kosong Untuk Urban Farming

Semarang, Mediajateng.net, – Ditengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus mengajak warganya untuk memanfaatkan lahan kosong di lingkungan rumahnya dengan kegiatan urban farming.

Demikian disampaikan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, usai acara panen berbagai tanaman pertanian di Taman Lansia Dahlia, Kelurahan Pedalangan, Banyumanik, Minggu (14/6/2020). Menurutnya, urban farming merupakan konsep yang bisa membantu masyarakat di bidang ketahanan dan kemandirian pangan, terlebih saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

“Kita hampir empat bulan berdampingan dengan Covid-19. Kalau masalah alat kesehatan, penanganan Covid-19 aras arahan Bapak Wali Kota sudah berjalan terus. Saat ini bagaimana memberdayakan masyarakat yang sedang di rumah saja atau yang bekerja di rumah agar produktif,” kata Ita, sapaan akrabnya.

Menurut Ita, kegiatan urban farming merupakan kegiatan yang positif sekaligus bermanfaat untuk kelangsungan pangan masyarakat. Urban farming yang semakin tumbuh pesat, kata dia, juga akan membuat Kota Semarang menjadi lebih hijau.

Dia melanjutkan, urban farming ini juga menjadi lumbung pangan bagi masyarakat yang bisa terus menerus menghasilkan tanpa bergantung kepada pemerintah. Namun, hal ini harus didukung dengan ketekunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah masing-masing.

“Nanti dari Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan akan berupaya melakukan pendampingan kepada warga.Contoh, di Pedalangan ini, panen beberapa tanaman. Otomatis nanti ditanam lagi. Rabu kemarin, saya ke Ngemplak Simongan juga demikian. Warga memanfaatkan bantaran sungai BKB untuk menanan sayuran dan pepaya,” ungkapnya.

Tak hanya menanan sayur maupun empon-empon, warga juga didorong untuk mengembangkan budidaya ikan, satu diantaranya ikan lele yang mudah pengelolaannya. Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perikanan pun turut membantu masyarakat untuk melakukam budi daya ikan lele. (ot/mj)