Pegadaian Gandeng BSSN Terkait Keamanan Sistem Elektronik

Semarang, Mediajateng.net, – Dalam rangka meningkatkan pengamanan teknologi informasi dan komunikasi, peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) bidang cyber security, PT Pegadaian (Persero) menjalin kerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Indonesia (BSSN).

Kerjasama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto dan Kepala BSSN Hisan Siburian di Jakarta.

Menurut Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto, kerjasama sistem keamanan informasi dan data elektronik ini perlu dilakukan mengingat perkembangan teknologi telah melahirkan peluang dan tantangan termasuk di sektor keuangan yang terus bertransformasi menuju industri 4.0 yang berbasis digital dengan model bisnis baru.

“Pegadaian kali ini menjalin kerjasama dengan BSSN dalam rangka keamanan sistem elektronik serta pertukaran informasi terkait keamanan teknologi informasi. Kerjasama ini pula sejalan dengan pengembangan bisnis agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mampu bersaing dengan pendatang baru seperti fintech,” kata Kuswiyoto dalam rilisnya, Rabu (10/6/2020).

Lebih lanjut Kuswiyoto menjelaskan bahwa kerjasama pengamanan teknologi informasi dan komunikasi yang dilakukan meliputi asistensi proteksi keamanan, audit keamanan informasi, security assesment, konsultasi penanggulangan dan pemulihan insiden siber, layanan investigasi maupun penyidikan bidang siber dan sandi, serta layanan security monitoring system.

Sedangkan untuk peningkatan dan pengembangan SDM bidang cyber security, BSSN akan membantu melakukan sertifikasi SDM dalam bidang keamanan siber.

“Untuk pertukaran informasi terkait keamanan IT, BSSN juga akan membantu Pegadaian dalam pengamanan teknologi dan cyber security melalui sharing informasi mengenai potensi serangan digital ke aset perusahaan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BSSN Letnan Jenderal (Purn) Hinsa Siburian menilai kerja sama ini sangat strategis, khususnya di industri keuangan seperti Pegadaian. Karena kejahatan siber di industri keuangan saat ini semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan pesatnya teknologi yang terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.

“Adanya kerjasama ini akan meningkatkan sumber daya keamanan siber dan sandi, melalui proses pembelajaran dan peningkatan kualitas yang berkelanjutan dengan didukung manajemen perkantoran secara transparan dan akuntabel,” katanya. (ot/mj)