Odong-Odong Mobil Volvo Seharga Rp.15 Juta Dicuri

Semarang-medijateng.net

Aksi pencurian yang dilaporka ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polrestabes Semarang tergolong unik dan nekat. Betapa tidak barang yang diicuri ini adalah odong-odong yang kerap disewakan di kawasan Simpanglima Semarang.

Seperti yang dilaporkan Deddy Hananta Yustianto (33), warga Trengguli II, Semarang Tengah . Becak hias atau odong-odong yang dibentuk menyerupai mobil Volvo itu sebelumnya diparkir di tempat penitipan gerobak di Jalan Kusumawardani 4, Semarang Selatan.

Saat melapor Deddy Hananta Yustianto mengatakan, pencurian bermula saat dia yang bermaksud untuk pulang beristirahat setelah bekerja menyewakan becak yang dilengkapi dengan lampu hias dan pernak-pernik lain itu, dan memarkirkan becak miliknya itu di lokasi kejadian, sekitar pukul 21.00 pada Senin 21 November 2016 lalu.

“Setelah disewakan, seperti biasa sebelum pulang ke rumah, becak yang titipkan di lokasi itu,” ungkap Deddy

Karena lokasi tersebut dinilainya aman, dia meninggalkan becak seharga Rp 15 juta dengan perasaan tenang tanpa ada rasa kekuatiran sedikitpun.

“Tidak ada firasat apapun, karena biasanya juga tidak apa-apa dan aman-aman saja,” ujarnya.

Namun keesokan harinya, dia yang berangkat dari rumahnya dan menuju ke lokasi tersebut untuk bekerja kaget lantaran sudah tidak mendapati becak kesayangannya di tempat penitipan gerobak tersebut.

“Saat mau saya ambil dan dibawa ke Simpanglima, becak sudah tidak ada,” jelasnya.

Korban berusaha mencari di sekitar lokasi, namun upaya tak membuahkan hasil. Deddy kemudian melapor ke Mapolrestabes Semarang.

Dari informasi yang didapat awalnya apa yang dilaporkan Deddy baru berbentuk aduan hingga beberapa bulan kemudian setelah dipelajari, polisi meningkatkan aduan itu menjadi laporan.

Dugaan pencurian itu resmi naik ketingkat laporan pada Kamis (9/3) sekitar pukul 22.50 dengan nomor laporan LP/B/165/III/2017/Jateng/Restabes SMG.

Sementara itu Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna mengatakan, semua laporan masyarakat yang masuk ke pihaknya termasuk laporan tersebut tentunya akan ditindaklanjuti.

“Semua laporan masyarakat tentunya akan dipelajari dan kemudian dikembangkan,” ungkapnya. (MJ-303)