Nyambi Jadi Pengedar Trihex, Tukang Pijat Ini Dibekuk Polsek Gunungpati

Semarang – mediajateng.net

Seorang bandar obat daftar G jenis Trihexphenedhyl dibekuk dirumahnya dikawasan kekurahan Cepoko, Gunungpati Selasa (21/11) dengan barang bukti sebanyak 3 ribu butir. Pelaku yang sudah menjalankan aksinya selama satu tahun ini menyasar para pelajar sebagai konsumenya.

Dari keterangan Kapolsek Gununugpati AKP Budi Abadi menyebut pelaku diketahui bernama Istuhri alias Mbah Datuk (26) warga Mundingan Rt 01/02 Kelurahan Cepoko, Gunungpati, Kota Semarang ini ditangkap setelah seblumnyanya petugas unit Reskrim Polsek Gunungpati menangkap seorang pengendara mobil yang fly saat sedang menyopir.

“Dari pengakuan sopir yang mengkonsumsi trihex didapat informasi kalau obat tersebut didapat dari mbah Datuk yang tunggal di cepoko, langsung kita grebek,” ungkap AKP Budi Abadi saat rilis kasus

AKP Budi menambahkan dari hasil pengakuanya lelaki yang berprofesi tukang pijat/urut ini menjual satu strip trihex ini dengan harga Rp.25 ribu. Sedangkan pelangganya mulai dari sopir angkot hingga pelajar SMA.

” obatnya didapat dari rekanya di kawasan bawah kota Semarang, ambilnya sesuai kebutuhan,”imbuhnya.

Sementara itu tersangka Istuhri alias Mbah Datuk mengaku nekad menjual obat daftar G tanpa ijin edar ini untuk merja sampingan disaat pekerjaan utamanya sebagai tukang urut sepi.

“buat sampigan saat order pijat sepi. Untungnya 500 ribu per bulan. Biasanya pelanggan yang ke rumah saya untuk transaksi,” ujar istuhri

Selain mengamankan 300 strip atau 3 ribu butir Trihex, Polisi juga menyita uang tunai senilai Rp 805 ribu hasik dari penjualan obat. Pelaku dijerat dengan pasal 197 Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun Penjara. (MJ-303)