Montir Ini Ditemukan Tewas di Samping Bengkel

GROBOGAN, Mediajateng.net – Seorang pria asal Kudus yang dikenal sebagai montir mobil di sebuah bengkel di Grobogan ditemukan tewas, Sabtu (18/8/2018) pagi.

Korban diketahui bernama Sriyanto (53) ini ditemukan tergeletak di area tempat kerjanya di desa Rejosari, kecamatan Grobogan, kabupaten Grobogan. Kedua rekannya, Jatmiko (47) dan Solikin (29) adalah orang yang menemukan Sriyanto kali pertama.

Keduanya langsung memanggil para warga sekitar untuk memastikan rekan mereka yang tidur dalam posisi tidak wajar. Setelah dipastikan korban tidak bernyawa, peristiwa ini langsung dilaporkan ke Polsek Grobogan untuk penanganan selanjutnya.

Kronologi penemuan mayat pria yang beralamat di Jalan Ganesha RT/RW 04/02 Kota Kudus ini diketahui Jatmiko dan Solikin, rekannya, saat sampai di bengkel untuk memulai pekerjaannya.

“Saat itu sekitar pukul tujuh seperempat kami sudah sampai bengkel. Pas sampai di sini, kami lihat korban sudah tergeletak tidak wajar,” ungkap Jatmiko, yang diamini Solikin.

Sebelumnya, Sriyanto pernah mengeluh kepada dua rekannya. Menurut, Jatmiko, korban sempat mengatakan kedua kakinya bengkak. Akibatnya, korban terpaksa tidak pulang ke kota asalnya.

“Sempat mengeluh kakinya bengkak jadi tidak bisa pulang ke Kudus,” ungkap Solikin.

Mendapat laporan dari masyarakat tentang penemuan mayat ini, anggota Polsek Grobogan langsung menuju ke TKP didampingi tim medis Puskesmas Grobogan dan tim inafis dari Polres Grobogan. Sesampainya di lokasi, polisi beserta tim langsung melakukan pengecekan terhadap jasad korban.

Dari hasil pengecekan yang dilakukan tim medis Puskesmas Grobogan dr. Adista Sinatria dan Jumiyati, Am.Keb menyatakan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Hanya saja ditemukan bengkak pada kaki dan perut korban. Diperkirakan korban mengalami penyakit dalam. Hal ini seperti diungkapkan rekan korban yang tahu kondisi korban pernah menderita liver.

Usai pemeriksaan, korban dievakuasi kemudian diserahterimakan dari Polsek Grobogan kepada keluarga korban untuk dimakamkan di tempat asalnya. (Ag-Mj)