Luhur Kosmetik Bantu Warga Bugangan Demak Yang Terendam Banjir Empat Bulan

Luhur Kosmetik Bantu Warga Bugangan Demak Yang Terendam Banjir Empat Bulan

Demak, mediajateng.net, – Ratusan warga di Dukuh Bugangan, Desa Sidorejo, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak hingga kini belum mendapat bantuan dari pemerintah daerah setempat. Sudah empat bulan rumah mereka terendam banjir hingga 60 sentimeter.

Dukuh yang terletak di utara kecamatan Sayung itu dihuni sekitar 275 Kepala Keluarga (KK). Pemkab Demak menganggap banjir yang terjadi di dukuh tersebut bukan kategori bencana. Sedangkan dana untuk bantuan sosial masyarakat hanya dikhususkan untuk masyarakat terdampak bencana.

“Anehnya kalau di desa sidorejo banjir begini, di pemda tidak dicatat sebagai bencana tapi hanya terendam air rob, bahkan saya minta untuk di buktikan kalau ini bukan rob tapi karena hujan, seluruh sayung sebelah utara itu memang tidak dianggap bencana, jaid ada kecemburuan sosial terkait bantuan yang turun,” kata Muhammadun Kepala Desa Sidorejo, Jumat (26/2).

Muhammadun menyayangkan tindakan Pemda yang kurang memperhatikan masyarakatnya. Kondisi tersebut mengundang keprihatinan salah satu perusahaan swasta yang berlokasi di wilayah Sayung, yakni Luhur Kosmetik.

Luhur Kosmetik membagikan 180 paket sembako kepada warga untuk meringankan beban akibat banjir. Pasalnya banyak kerugian dari segi materi akibat banjir ini, mulai dari tergenangnya area persawahan, tambak hingga barang-barang rumah tangga dan kendaraan pribadi.

“Bisa dilihat dari lokasi memang sudah terdampak banjir sudah 4 bulan belum surut makanya kami pilih disini dna kami sudah ada tim khusus untuk mensurvei daerah mana saja yang bisa kami berikan bansos ini,” jelas Jetha Sabdhana, salah satu pemilik CV. Ariyati yang memproduksi Luhur Kosmetik, usai menyerahkan bantuan sore tadi.

Jetha menjelaskan jika pihaknya selama dua tahun terakhir selalu memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang kurang mampu ataupun yang terkena bencana. Bahkan selain di Demak, Jetha juga kerap kali menyalurkan bantuan sosial di daerah Genuk yang juga sering terdampak banjir.

“Kami memang punya prinsip usaha untuk Tuhan, jadi tidak hanya membuka usaha tapi juga kami berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan. Yang kami prioritaskan untuk mendapat bantuan itu yang pertama karyawan, lalu orang lingkungan sekitar, salah satunya di Dukuh Bugangan ini yang memang sangat memprihatinkan,” tambahnya.

Menurut Muhammadun, bahkan Dukuh Bugangan ini tak akan surut jika air sungai B16 Jragung dan sungai Tulung yang mengapit Dukuh tidak surut. Karena di kedua sungai ini tidak ada pintu air dan juga pompa yang bisa membuang air keluar dari Dukuh.

“Dinas perikanan ada anggaran 315 juta yang diperuntukkan untuk membuat pintu air dan sabuk dukuh, jadi nanti kalau sudah ada sabuk dukuh nanti bisa kita pakai pompa air dan bisa di buatkan rumah pompa dan tahun 2021 ini akan terlaksana,” tandas Muhammadun. (ot/mj)