Lasmi Indaryani : Kurang Serius, Larangan Mudik Membingungkan Masyarakat

Jakarta, Mediajateng.net, – Kebijakan pemerintah soal larangan mudik membingungkan masyarakat. Penilaian ini disampaikan anggota DPR RI, Lasmi Indaryani, dalam rapat secara online yang digelar Komisi V dengan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Jakarta, Rabu (06/05/2020).

Menurutnya, kebijakan ini membingungkan apalagi bagi masyarakat di daerah-daerah yang mempunyai Sumber Daya Manusia (SDM) berbeda-beda. Masyarakat bahkan sulit memahami perbedaan antara mudik dan pulang kampung.

“Kebijakan ini menunjukkan pemerintah belum serius. Perlu diketahui, sejak ada larangan mudik banyak warga perantuan yang lebih dahulu pulang ke kampung. Mereka curi start,” ungkapnya.

Lasmi meminta agar tidak membingungkan, pemerintah perlu bersikap tegas soal larangan mudik. Menurutnya, ketegasan dalam kebijakan ini bertujuan agar tidak memunculkan pengertian yang ambigu di masyarakat.

“Kalau menurut saya (pemerintah ) harus tegas, seperti apa yang dilarang dan seperti apa yang boleh. Misalkan, siapapun itu entah menteri, anggota dewan atau pengusaha bila dilihat dari data ternyata negatif covid-19, silahkan boleh bepergian. Ada aturan dan syaratnya. Nanti diatur juga siapa saja yang boleh naik kereta, pesawat atau kendaraan lainnya,” katanya.

Politisi Partai Demokat ini menekankan pentingnya ketegasan karena nantinya akan berdampak meluasnya penyebaran virus corona saat lebaran.

“Ini bukan hal yang remeh karena nanti penyebaran virus corona di masa lebaran bisa dibilang paling tinggi. Da semua secara moral ikut bertanggung jawab kalau nanti dalam lebaran tambah banyak yang terkena covid-19,” tambahnya.

Lebih tegas Lasmi Indaryani mengatakan, bila perlu ada sanksi yang diberikan untuk yang nekat mudik. Apalagi kalau pemudik berangkat dari Jabodetabek yang merupakan zona merah Corona.

“Sanksi harus diterapkan, di luar daerah kan takutnya ada transfer dari Jabodetabek. Sanksi bertujuan agar masyarakat menaati aturan, ” ungkapnya. (ot/mj)