Ketum Pelbakori : Lembaga di Pelbakori Hanya Menarik Biaya Pelatihan Bahasa

Grobogan, mediajateng.ent, – Semua lembaga yang tergabung dalam Perkumpulan Lembaga Bahasa Korea di Indonesia (Pelbakori) sepakat tidak menarik biaya apapun kecuali biaya pelatihan bahasa,

Demikian disampaikan Ketua Umum Pelbakori, Muhammad Rosidi, usai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Pelbakori di Hotel Kyriad Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (16/0/2022). Rakernas dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Menurutnya, semua lembaga yang tergabung dalam asosiasi Pelbakori sudah memiliki izin resmi sehingga sepakat untuk menandatangani pakta integritas tidak menarik biaya apapun kecuali biaya pelatihan bahasa.

Selain itu kata dia, hampir 70% dari LPK anggota Pelbakori sudah mendapatkan akreditasi sebagai wujud penilaian kompetensi baik dari Kemnaker RI maupun Kemdikbud RI.

“Dengan melihat dari hal tersebut diatas kami berharap rakernas ini bisa meningkatkan kualitas LPK sehingga bisa menghasilkan lulusan yang bermutu dan siap kerja, ” katanya.

Dengan demikian kata dia, mampu meningkatkan daya tawar Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan menjembatani aspirasi puluhan ribu CPMI ke pemerintah untuk penambahan kuota.

Pada kesempatan yang sama, Waketum Pelbakori, Azis Yuriyanto, selama ini kuota hanya sekitar 2000 untuk CPMI baru dalam satu tahunnya.

“Sedangkan peserta (peminat)nya sekitar 25.000 orang dalam satu tahunnya. Maka dari itu perlu ugrading tiap lembaga sebagai bentuk persiapan yang lebih matang,” kata Azis Yuriyanto yang juga Ketua Panitia Rekernas II Pelbakori.

Azis menambahkan selain dihadiri para anggota Pelbakori dan LPK Bahasa Korea – Jepang Kabupaten Grobogan, UPT- BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) dan perwakilan Kemnaker juga ikut hadir meski melalui zoom.

“Hadir juga anggota DPR RI Riyanta dan tak lupa kami juga mengundang Bupati Grobogan Sri Sumarni dan para tamu undangan lainnya,” pungkasnya.

Selain agenda Rakernas, panitia juga menggelar diskusi bertema ‘Upgrading Kompetisi Lembaga Bahasa Korea Sebagai Pendorong Upaya Peningkatan Kuota Kerja Program G to G Korea Selatan bagi CPMI’.(ot/mj)