Kereta Cepat Jakarta Bandung Jadi Pusat Keunggulan dan Daya Saing Indonesia

 

Media Jateng, Grobogan– Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dr Evita Nursanty, MSc kembali melakukan sosialisasi kebangkitan ekonomi di Indonesia.

Di depan masyarakat Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dr Evita Nursanty menilai keberadaan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang akan dioperasikan di Indonesia bukan hanya sekadar bisnis tapi juga berkontribusi bagi peningkatan daya saing nasional, serta menjadi pusat keunggulan bagi putra-putri terbaik bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan politisi dari dapil Jawa Tengah III meliputi Kabupaten Grobogan, Pati, Rembang, dan Blora ini dalam sosialisasi Kereta Cepat untuk Indonesia Maju di Ballroom Firdausia, Grand Master Hotel Purwodadi, Jalan Gajah Mada No.10 Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa tengah, Senin (19/12/2022) siang.

Menurut Evita, sebagai pionir kereta api cepat di Indonesia, KCJB menjadi pusat keunggulan bagi putra dan putri terbaik bangsa untuk ditempa menjadi generasi pertama yang mampu mengoperasikan sarana dan prasarana kereta api cepat di Indonesia.

KCJB turut berkontribusi dalam meningkatkan daya saing nasional dengan menciptakan konektivitas unggulan antarkota yang dipadukan dengan pengembangan transportasi terintegrasi yang berkelanjutan.

“Keberhasilan KCJB ini niscaya membuka wawasan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda kita untuk mendorong dunia pendidikan dan industri transportasi massal untuk mendalami dan menguasai teknologi kereta api cepat dalam membangun masa depan infrastruktur modern tanah air,” sambungnya.

Selain Evita, hadir sebagai nara sumber anggota DPRD Kabupaten Grobogan Lusi Indah Artani, SE, MM, dan motivator pelaku usaha Yoyok Prihantoro.

Kereta Cepat Jakarta Bandung merupakan kereta api cepat pertama di Asia Tenggara.

Hadirnya KCJB menjadi era baru transportasi massal modern yang cepat, andal, aman, dan nyaman untuk mobilisasi secara optimal serta meningkatkan konektivitas antarkota.

KCJB diharapkan mampu memicu pembangunan kawasan dan sentra ekonomi baru, serta berpotensi untuk dikembangkan seluruh Indonesia.

Memulai pembangunan sejak tahun 2018, proyek KCJB semakin berprogres menuju fase operasional pada Juni 2023.

KCJB dibangun oleh 7 perusahaan terkemuka dari Indonesia dan Tiongkok yang telah berpengalaman mengerjakan proyek infrastruktur global dan tergabung dalam High Speed Railway Contractor Consortium atau HSRCC.

Dengan adanya KCJB, waktu yang dibutuhkan pelanggan untuk bepergian dari pusat kota Jakarta ke pusat Kota Bandung hanya sekitar 1 jam saja.

Rinciannya, pelanggan cukup menempuh waktu selama 20 menit dari Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas menuju Stasiun LRT Jabodebek Halim.

Pelanggan dapat langsung berpindah dari Stasiun LRT Jabodebek Halim ke Stasiun KCJB Halim karena kedua layanan tersebut telah terintegrasi pada lokasi yang sama.

Perjalanan KCJB dari Stasiun KCJB Halim menuju Stasiun KCJB Padalarang akan ditempuh hanya dalam waktu kurang dari 30 menit.

Di Padalarang, KAI telah menyediakan layanan KA Feeder yang jadwalnya menyesuaikan dengan jadwal kedatangan KCJB. Adapun waktu tempuh KA Feeder KCJB untuk menuju Stasiun Bandung adalah hanya 18 menit. (Wahyu/mj70)