Media Jateng Semarang – Semua korban kecelakaan bus terguling di Exit Tol Gandulan, Kabupaten Pemalang baik meninggal dunia maupun luka-luka dijamin oleh Jasa Raharja, santunan kematian Rp50 juta per orang diserahkan kepada ahli waris yang sah. Sementara itu , sepuluh korban kecelakaan bus terguling di Exit Tol Gandulan, Kabupaten Pemalang hingga kini masih menjalani perawatan di dua rumah sakit di Pemalang, sementara sejumlah korban lain sudah pulang ke Kota Semarang dan 4 korban meninggal juga telah dimakamkan.
Tim gabungan dari Polres Pemalang, Ditlantas Polda Jawa Tengah dan Korlantas Polri sudah menyelesaikan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kecelakaan bus membawa 34 orang termasuk sopir dan kernet, meskipun hingga saat ini polisi belum dapat memeriksa sopir karena masih dirawat.
Menindaklanjut kecelakaan tersebut, Jasa Raharja juga bergerak untuk memastikan pemberian jaminan dan santunan kepada para korban kecelakaan yang terjadi Tol Batang-Pemalang KM 312 B arah Exit Tol Gandulan, Kabupaten Pemalang. “Kita juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk memberikan santunan,” kata Kepala Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama Jawa TengahTriadi Minggu, 26 Oktober 2025.
Baca juga : Kendalikan Cuaca, Begini Cara BNPB Tebar Sepuluh Ton Garam
Berdasarkan catatan Jasa Raharja, lanjut Triadi, korban kecelakaan bus dengan nomor polisi DK 9296 AH yang terguling di Exit Tol Gandulan, Kabupaten Pemalang yakni 4 korban meninggal dan 11 luka-luka yang dirawat di RSU Siaga Medika Pemalang, RSI Al Ikhlas Taman Pemalang, dan RS Prima Medika Pemalang.
Seluruh korban kecelakaan tersebut, menurut Triadi, telah dijamin oleh Jasa Raharja sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, untuk korban meninggal dunia akan mendapat santunan Rp50 juta yang diserahkan kepada ahli waris yang sah, sedangkankorban luka-luka dijamin biaya perawatan dengan nilai maksimal Rp20 juta yang dibayarkan langsung ke rumah sakit.
Petugas Jasa Raharja, ungkap Triadi, telah diturunkan ke lapangan dan berkoordinasi dengan Polres Pemalang untuk mendapatkan informasi lengkap tentang kejadian kecelakaan serta ke rumah sakit untuk melakukan pendataan korban.”Kita mempercepat pemberian jaminan untuk korban luka-luka dan dan meninggal kepada keluarga korban,” tambahnya.
Baca juga : Perkuat Konsolidasi, Karang Taruna Jawa Tengah Gelar Rakerda Tahun 2025 di Banyumas
Begitu mendapat kabar rombongan tersebut dari Kota Semarang, Walikota langsung meminta Dinas Kesehatan untuk segera mengirimkan ambulans ke Pemalang. Agustina sebelumnya juga menyiapkan RSD K.R.M.T. Wongsonegoro (RSWN) dan Rumah Sakit Mijen apabila korban nantinya ingin melakukan pemindahan penanganan hingga sembuh total di Kota Semarang.
Korban tidak perlu memikirkan masalah biaya penanganan, karena Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang akan turut serta memberikan perlindungan kepada para korban.
“Kami akan memastikan warga yang menjadi korban mendapat jaminan kecelakaan dari Jasa Raharja, jika lebih dari Rp20 juta bisa ditanggung BPJS Kesehatan. Untuk para korban yang belum memiliki BPJS Kesehatan, Pemkot Semarang pun akan memfasilitasi dengan UHC,” imbuh Agustina.
Baca juga : Pilus Minta Pemkot Semarang Kreatif Gali Sumber Pendapatan Baru Selain Pajak
Sebagaimana diberitakan sebuah bus wisata yang membawa rombongan dari Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Kelurahan Bendan Ngisor Kecamatan Gajah Mungkur mengalami kecelakaan tunggal di Exit Tol Gandulan, Pemalang, Sabtu pagi, 25 Oktober 2025 sekitar pukul 09.10 WIB.
Bus berpenumpang 34 orang dengan tujuan tempat wisata Guci Kabupaten Tegal itu tidak mampu mengendalikan laju kecepatan dan mengalami gangguan pada sistem pengereman saat melewati tikungan di jalur keluar tol yang menyebabkan menabrak pembatas jalan dan terguling.
Akibat kejadian tersebut, tercatat korban meninggal dunia sebanyak 4 orang, luka berat 1 orang, luka ringan 13 orang, dan korban selamat seluruhnya 16 orang. Para korban dievakuasi dan dirawat ke sejumlah rumah sakit yang berbeda untuk mempercepat proses penanganan, yakni RS Medika Pemalang, RSI Al-Ikhlas Taman, dan RS Siaga Medika Pemalang.
Baca juga : Peringatan Hari Santri Nasional 2025, Raperda Pesantren Segera di Paripurnakan
Kecelakaan tunggal bus pariwisata di jalur keluar Tol Gandulan, Pemalang KM 312-B, yang mengakibatkan empat penumpang tewas, diduga disebabkan karena rem blong. Riyan (35), yang juga merupakan tour leader wisata menjelaskan, sebelum bus bernomor polisi DK 9296 AH itu terguling, sopir mengeluhkan kondisi rem yang tidak berfungsi dengan baik sehingga laju kendaraannya mulai turun menjadi 50 kilometer/jam hingga pada jalur keluar Tol Gandulan Pemalang.
“Saya ingat sebelum masuk jalur keluar Tol Gandulan, sopir bilang remnya los, tidak bisa ngerem,” ungkap Riyan saat ditemui di RS siaga medika. Saat itu, Riyan melihat pengemudi bus menurunkan gigi transmisi dan menarik tuas rem untuk mengurangi laju kecepatan. Namun, karena jalur yang menikung, bus tidak bisa dikendalikan dan terguling. “Transmisi sudah dikurangi tetapi karena jalur yang menikung, susah dikendalikan,” katanya.
Meski begitu, Riyan bercerita bahwa saat berangkat, kondisi bus dalam keadaan baik. Saat itu telah dicek dan dinyatakan baik termasuk rem.
“Sebelum berangkat di Salatiga, bus sehat karena sudah dicek semua termasuk rem. Karena akan jalan jauh ke wisata Guci,” katanya.
Baca juga : Walikota Agustina Sebut PAUD Jadi Acuan Pendidikan Usia Dini, 68 Persen Didukung Pengajar Sarjana
Manager Teknik dan Operasi Pemalang Barang Tol Road (PBTR), Yulian Fundra Kurnianto, mengatakan, saat kejadian, cuaca sedang cerah dan arus lalu lintas relatif lengang. “Saat melewati tikungan kiri dan menanjak di jalur keluar tol Pemalang, kendaraan tiba-tiba mengalami gangguan pada sistem pengereman,” kata Yulian saat diwawancarai di RS Medika.
Ia menduga, pengemudi bus tidak mampu mengendalikan laju bus sehingga menabrak guardrail dan akhirnya terguling di area ROW (Right of Way) dengan posisi menghadap ke selatan.***












