Jabatan Kadaluarsa, Kepsek SMAN 3 Semarang Layak Diberhentikan?

SEMARANG, Mediajateng.net – Dalam masa kerja tim investigasi, diharapkan ada perbaikan di internal SMAN 3 Semarang. Termasuk perbaikan sumber daya manusia, bahkan sampai pemberhentian jika diperlukan.
Kinerja Tim Investigasi SMAN 3 Semarang yang terdiri dari 10 perwakilan orang tua, pihak SMAN 3 dan Dinas Pendidikan Kota Semarang diyakini akan lebih optimal dengan meminimalisasi segala macam tekanan kepentingan. Wakil Ketua DPRD Kota Semarang menuturkan, untuk memperkecil kemungkinan tekanan kepentingan tersebut dirasa sangat perlu melakukan langkah berani. “Biarkan tim investigasi berjalan usai melapor ke Kemenristek Dikti. Selain itu, pembenahan internal, baik sistem maupun SDM harus dilakukan, termasuk jika perlu memberhentikan sementara Kepala Sekolah-nya. Karena dia sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas tragedi ini,” tegas Joko Santoso, Jumat (13/5).
Menurut Joko, langkah tersebut memang harus diambil agar terjadi perbaikan secara menyeluruh. “Ini kan dalam rangka perbaikan, sistem maupun SDM-nya. Sebaiknya, Walikota, melalui Kepala Dinas Pendidikan memberhentikan sementara,” terang Joko.
Terlebih, lanjut Joko, masa kepemimpinan Kepala SMAN 3 Semarang ini telah habis sejak 2 tahun lalu. “Sampai sekarang tidak diganti maupun diberhentikan padahal masa kepeminpinannya sudah kadaluarsa,” tegas Joko.
Seperti diberitakan, sebanyak 380 siswa SMAN 3 Semarang atau seluruh siswa IPA reguler tidak lolos dalam seleksi SNMPTN 2016. Kondisi berbeda terjadi dimana lulusan kelas IPS ada 24 dari 44 siswa yang berhasil mendapat bangku kuliah melalui jalur SNMPTN.
Padahal, SMA N 3 merupakan sekolah terkemuka yang telah banyak menempatkan alumni mereka di posisi penting dalam beberapa sektor. Sebut saja nama Sri Mulyani. Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) yang saat ini dipercaya di Bank Dunia bersama Menlu Retno Marsudi tercatat sebagai alumni sekolah yang tepat berada di depan kantor Balaikota Semarang. (MJ-047)

Comments are closed.