Ini Reaksi Ganjar Soal Survei Elektabilitasnya

TEGAL, Mediajateng.net – Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut 1, Ganjar Pranowo mengaku kaget setelah mengetahui beberapa hasil survei Kompas yang dirilis pada hari Rabu (30/5). Utamanya soal tingginya dukungan dari anggota dan simpatisan partai pendukung pasangan penantangnya.

Ganjar mengatakan sebagian besar partai politik dan simpatisannya beralih mendukung pasangan Ganjar-Yasin.
Ternyata dalam pilihan langsung itu, kata Ganjar, memang tergantung siapa calonnya, komunikasi sang calon, banyak pendukung, dan logistik.

“Sebenarnya dari 2013 kondisinya seperti itu dan kondisi hari ini sama. Jadi para anggota atau pendukung partai yang mengusung pasangan lain ternyata punya independensi untuk memilih. Jadi dukungannya lebih melihat pada individu atau tokoh,” kata Ganjar usai berkunjung di kediaman mantan anggota DPR RI, Marsinggih Marnadi Jalan Kutilang, Slawi Kulon, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu (30/5).

Namun demikian dirinya tidak mau terlena dengan hasil survei, terlebih dalam beberapa poin survei dirinya justri mengalami penurunan. Jika melihat angkanya, kata Ganjar, tidak beranjak jauh dari hasil survei sebelumnya pada bulan Maret. Namun jika melihat perkembangannya dari sisi popularitas meningkat, meskipun secara keseluruhan menurun.

“Saya bisa mengerti, karena pada bulan Maret dulu saya masih awal. Karena masih awal masyarakat lebih mengenal saya sebagai petahana (belum Ganjar – Yasin) mungkin karena petahana lebih bagus orang tahunya,” katanya.

Dia mengaku jika menengok hasil surveinya, capaian angka itu ekuivalennya sama dengan yang diharapkan kader partai dan relawan, yakni berada pada angka 70 persenan. “Hari Senin kemarin ada survei, saya kalah. Saya lihat dulu ini surveinya siapa, oh itu. Banyak yang tidak percaya dan tanya, ya tinggal kredibilitas lembaga surveinya,”

Dia juga memberi gambaran pada hasil survei saat Pilpres 2014 silam. Kala itu, kebanyakan media mengabarkan Jokowi menang, tetapi ada media yang mengabarkan sebaliknya, Jokowi tidak menang.

“Jangan-jangan kemarin itu (Liga Champion) antara Real Madrid dan Liverpool, yang menang Liverpool? Kalau iya, berarti televisimu rusak,” selorohnya.

Maka tugas kita sekarang, kata Ganjar, mengamankan capaian itu. ganjar pun menginstruksikan agar para pendukung tidak boleh lengah. Dia mengibaratkan, kalau ajang Pilgub ini sebuah maraton, maka fase ini tepat menjelang finis.

“Kira-kira 25 hari terakhir ini untuk lari sekencang-kencangnya karena kita akan memasuki garis finis. Tidak boleh melenakan. Untuk beberapa daerah, akan ada genjotan-genjotan secara sporadis pada potensi kekuatan yang ada. Daerah yang lemah akan ngikut dan daerah yang kuat akan gas pol,” katanya.

Ganjar berharap elektabilitasnya meroket hingga tanggal 27 Juni 2018, atau saat hari pencoblosan.

Untuk itu, Ganjar akan menerapkan strategi dalam rangka mempertahankan, bahkan meningkatkan elektabilitasnya dalam jangka kurang dari sebulan ini.

“Jurus utama adalah silaturahmi, keliling dengan masyarakat, berdialog, memikirkan solusi, dan menindaklanjuti keluhan,” katanya.

Sementara itu, Marsinggih Marnadi mengatakan Ganjar Pranowo satu-satunya orang yang pantas memimpin Jawa Tengah lagi.

“Ganjar iku gubernur paling tak alem. Nyong nyoblos pak Ganjar. Nyong bangga temen,” kata dia di hadapan para relawan dan simpatisan.

Perlu diketahui, Litbang Kompas merilis survei elektabilitas pasangan Ganjar-Yasin capai 76,6 persen, sedangkan Sudirman-Ida 15 persen.