Ini Alasan Kuat Walikota Semarang Tutup Lokalisasi SK

SEMARANG, Mediajateng.net, – Walikota Semarang Hendrar Prihadi kembali menegaskan, Pemerintah Kota Semarang sudah mempunyai rencana jauh-jauh hari untuk menutup Kompleks Lokalisasi Argorejo, atau yang dikenal dengan nama Lokalisasi Sunan Kuning (SK) pada tahun 2019 mendatang.

Walikota yang akrab disapa Hendi ini menyampaikan, alasan kuat Pemkot akan menutup lokalisasi yang terletak dekat dengan Bundaran Kali Banteng Kota Semarang itu, karena dinilai menimbulkan dampak negatif yang sangat kompleks.

“Yang pertama memang dari hal paling fundamental, masak kita harus mencari uang dari hasil persoalan seperti itu. Itu sangat fundamental,” ungkap Hendi usai membuka acara Kampanye “Hari Anti HIV-Aids” di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Kota Semarang, Kamis (22/11).

Kemudian alasan lain, menurut Hendi, banyak terjadi tindakan kriminalitas di kompleks lokalisasi tersebut. Mulai dari perkelahian antar pengunjung, peredaran minuman keras, dan bahkan pembunuhan. Termasuk ada tindak pidana traficking serta peluang tersebarnya virus HIV/Aids di lokalisasi yang sudah belasan tahun beroperasi ini.

“Banyak hal-hal yang kemudian lebih banyak mudharatnya. Saya rasa sesuai dengan Kepmen Sosial, kami sepakat tahun depan Sunan Kuning harus ditutup,” ujar Hendi.

Apalagi saat ini Kota Semarang merupakan kota paling tertinggi yang jumlah penduduknya terserang virus HIV/Aids di seluruh Jateng.

“Semarang hari ini tertinggi di Jawa Tengah, tercatat penderita HIV/Aids itu ada 1.940 orang disusul Grobogan,” tandasnya.(ot/mj)