Semarang

Gebrakan BEM KM Untag Semarang Jawab Keprihatina Organisasi Mahasiswa Saat Ini

×

Gebrakan BEM KM Untag Semarang Jawab Keprihatina Organisasi Mahasiswa Saat Ini

Sebarkan artikel ini

 

Media Jateng, Semarang – Prihatin dengan arah gerak organisasi mahasiswa, Badan Eksekusi Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Untag Semarang menggelar Kelas Rakyat, di Aula UKM Untag Semarang, Jumat 1 Agustus 2025.

Musaddut, Ketua Panitia kelas rakyat menyampaikan Kelas rakyat dengan tema “Organisasi Mahasiswa Bukan Event Organizer Berkedok Pergerakan”. Tema diambil lantaran BEM KM Untag melihat keresahan nyata dalam dunia pergerakan mahasiswa.

“BEM Untag Semarang melihat sebagian organisasi mahasiswa seperti event organizer yang hanya berfokus pada acara rutinitas semata, proposal oriented maupun seremonial belaka,” ungkapnya.

Hadir sebagai pemateri yakni Jansen Henry Kurniawan perwakilan mahasiswa Untag Semarang dan Bintang Laksamana Arsyad Presiden Mahasiswa BEM KM Untag Semarang.

Musaddut, menambahkan terimakasih banyak kepada semua pihak yang datang pada kelas rakyat ini dan

M.Alvin Faizal P.K Ketua Senat Mahasiswa Untag Semarang mengungkapkan kelas rakyat akan menjadi tonggak awal menuju organisasi mahasiwa Untag Semarang yang semakin lebih baik lagi.

Jansen Henry Kurniawan dalam materinya memaparkan organisasi mahasiswa harus mampu sebagai inisiatif yang bebas merdeka dalam menentukan sikap. Selain itu, tambah mahasiswa asal Medan ini, mahasiswa pergerakan harus melakukan kegiatan yang sifatnya progresivitas yang besar.

“Bukan lagi sebagai event organizer yang hanya sebatas mengisi formalitas belaka untuk memenuhi tugas seperti petugas event organizer,” ungkapnya.

Presiden Mahasiswa Untag Semarang Bintang Laksamana Arsyad menyampaikan organisasi mahasiswa harus mampu menjaga kemurnian sebagai mahasiswa. Baik dari sistim pergerakan maupun yang disuarakan.

“Sebab prinsip dasarnya organisasi mahasiswa itu ialah dari mahasiswa, oleh mahasiswa dan untuk mahasiswa,” ungkapnya.

“Maka dari itu prinsip mahasiswa harus terus dijaga oleh organisasi mahasiwa agar kemanfaatannya untuk rakyat akan terus dijaga,” ungkapnya.

Melalui kelas rakyat, tambah dia, diharapkan organisasi mahasiswa kembali pada jalan perjuangan yang seharusnya.

yaitu berani bersuara, berpihak kepada rakyat, tidak larut dalam formalitas menjadi organisasi mahasiswa yang progresif juga mampu melakukan hal-hal besar seperti pergerakan yang sejatinya pergerakan bukan malah sebatas event organizer semata.

Kelas rakyat diikuti pengurus BEM se-Untag Semarang dan mahasiswa umum. Hadir sebagai moderator yakni Rifki Septiani Menteri Sospol BEM KM Untag Semarang.**