Technology

Ekspansi Ekosistem Kendaraan Listrik, VKTR Bidik Jawa Tengah Jadi Transportasi Hijau

×

Ekspansi Ekosistem Kendaraan Listrik, VKTR Bidik Jawa Tengah Jadi Transportasi Hijau

Sebarkan artikel ini

Ekspansi ekosistem kendaraan listrik, VKTR bidik Jawa Tengah jadi transportasi hijau. Foto: Teropongjateng.com/ Humas Pemprov Jateng

Media Jateng, Semarang — PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mempertegas komitmennya dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik (EV) nasional dengan membidik Jawa Tengah sebagai basis produksi utama. Investasi strategis ini didorong oleh iklim bisnis yang kondusif serta visi ekonomi hijau yang diusung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Komisaris Utama PT VKTR, Anindya Bakrie, menilai Jawa Tengah memiliki keunggulan komparatif yang sulit ditemukan di wilayah lain: kombinasi antara ketersediaan lahan luas, infrastruktur kawasan ekonomi, dan ketersediaan tenaga kerja produktif yang melimpah.

“Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,89 persen adalah indikator sangat positif. Angka ini menunjukkan potensi skala ekonomi yang jauh lebih besar ke depannya,” ujar Anindya di sela perhelatan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Semarang, Senin 11 Mei 2026.

Keyakinan VKTR tercermin dari operasional pabrik perakitan truk dan bus listrik di Kabupaten Magelang yang telah diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Lokasi ini dinilai strategis dalam rantai pasok industri otomotif masa depan, didukung oleh keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Kawasan Industri Kendal (KIK) yang menjadi episentrum baru investasi global.

Anindya, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia, mengapresiasi proaktifnya Gubernur Ahmad Luthfi dalam memfasilitasi kebutuhan investor teknologi.

“Pak Gubernur aktif melakukan debottlenecking atau membuka sumbatan hambatan investasi. Insentif yang ditawarkan sangat menarik, dan yang paling krusial adalah kesediaan beliau memperjuangkan kemudahan investasi hingga ke level nasional,” tambah Anindya.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa investasi bukan sekadar angka penanaman modal, melainkan motor utama dalam visi “Jawa Tengah Maju Berkelanjutan”. Pemerintah provinsi kini secara agresif mengalihkan fokus pada industri yang memiliki nilai tambah tinggi dan ramah lingkungan.

“Kami memberikan insentif khusus, terutama terkait pajak bagi sektor energi baru terbarukan (EBT) dan ekonomi hijau,” tegas Luthfi saat membuka CJIBF.

Luthfi juga memberi sinyal kuat mengenai elektrifikasi transportasi publik di wilayahnya. Ia merencanakan ekspansi rute Trans Jateng yang nantinya akan bertransformasi menggunakan kendaraan listrik.

“Trans Jateng harus kita perbanyak jangkauannya. Kami akan berdiskusi dengan LLAJ untuk mengimplementasikan penggunaan kendaraan listrik secara bertahap,” ungkapnya.

Ajang CJIBF ke-10 yang berkolaborasi dengan Bank Indonesia ini menawarkan 21 proyek investasi strategis dengan total nilai mencapai Rp30 triliun. Sektor teknologi hijau dan manufaktur berkelanjutan menjadi primadona dalam forum ini.

Data Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah mencatat performa gemilang dari kegiatan investasi tahun sebelumnya, dengan Letter of Intent (LoI) yang menembus Rp75,03 triliun. Masuknya pemain besar di sektor teknologi EV seperti VKTR diharapkan mampu memberikan efek pengganda (multiplier effect) bagi pengembangan talenta vokasi dan penguatan UMKM pendukung industri otomotif di Jawa Tengah.***