Semarang, Mediajateng.net- Dapat tunjangan belasan juta, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkot Semarang nekatakikan tindakan tidak terpuji.
Salah seorang oknum Kelurahan Muktiharjo meminta uang ketik Rp 300.000 kepada warga memaksa Walikota Semarang Hendrar Prihadi, turun lapangan.
Pungutan liar (pungli) berupa uang ketik tetap dilakukan aparatur sipil negara (ASN) yang telah menerima uang tunjangan prestasi mencapai belasan juta telah dilaporkan korban pungli di akun #LaporHendi.
Karenanya, Senin, (264) Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi melakukan sidak atau inspeksi mendadak ke kantor Kelurahan Muktiharjo Kidul dan meminta uang pungli dikembalikan.
Pungli Rp 300.000 ditarik oknum dengan dalih sebagai biaya pengetikan. Hendi, sapaan Walikota Semarang, mendatangi kantor Kelurahan Muktiharjo pukul 0i.00 sebelum menghadiri pelantikan Bupati Grobogan.
Di Kelurahan, Hendi mencari Lurah setempat untuk dimintai keterangan terkait laporan warga. Namun, dilokasi Lurah tidak ada dan Hendi hanya ditemui setelah Sekretaris Lurah.
“Bu Carik tahu saya kesini karena apa? Ha? Belum tahu ya?” tanya Hendi kepada Sekretaris Lurah Muktiharjo Kidul, yang tampak kebingungan dengan kedatangan Wali Kota Semarang Tersebut.
“Saya dapat aduan di sistem Lapor Hendi terkait pelayanan di kantor kelurahan Muktiharjo Kidul. Masih belum tau ya? Pak Lurahnya saja mana?,” Hendi kembali mencari Lurah setempat yang sedang ada dalam perjalanan menuju ke kantor.
Bertemu Lurah, Hendi langsung menemukan Lurah dengan Rachmad Hidayat, pelapor aduan pungli oleh oknum Kelurahan Muktiharjo Kidul.
Dalam pertemuan itu, Hendi meminta agar oknum yang dimaksud pelapor diundang untuk mengembalikan uang hasil pungutan liar yang telah diterimanya.
Sidak yang dilakukan oleh Hendi itu kemudian berbuah pengembalian uang oleh oknum berinisiasi VV kepada Rachmad Hidayat selaku pelapor, dengan nominal sebesar Rp 300.000,-.
Rachmad pun mengapresiasi respon cepat Hendi yang turun langsung merespon aduan yang masuk ke sistem #LaporHendi. Dirinya mengaku menaruh harapan besar kepada sistem Lapor Hendi, untuk menghilangkan praktik pungli di Kota Semarang.
“Jadi tadi saya sudah bertemu Pak Wali, uang saya juga sudah dikembalikan, Alhamdulillah sistem Lapor Hendi tersebut merespon cepat aduan saya, jadi apresiasi setinggi-tingginya saya berikan, terkhusus untuk Mas Hendi yang turun langsung untuk cek lapangan, dan berusaha agar kejadian serupa tidak terulang,” ungkap Rachmad.Mj/70












