Kudus

Bupati Kudus Hartopo Bicara Stunting Didepan PKK se Pati Raya dan BKKBN Jateng

×

Bupati Kudus Hartopo Bicara Stunting Didepan PKK se Pati Raya dan BKKBN Jateng

Sebarkan artikel ini
Bupati Kudus Hartopo bicara stunting didepan PKK se-Pati raya dan BKKBN Jateng. Foto: ist

 

Media Jateng, Kudus – Bupati Kudus, HM Hartopo, menghadiri acara Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten se-Karesidenan Pati di Hotel @HOM Kudus, Kamis 27 Juli 2023.

Pertemuan dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah dan kabupaten se Karisidenan Pati.

Hadir pula Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara, Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus, pimpinan OPD se-Eks Karesidenan Pati, Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua TP PKK Kabupaten Kudus serta Ketua TP PKK se-Eks Karesidenan Pati.

Baca juga: FBS ajak Santri Ponpes Al Maksumiyah Tegakkan 4 Pilar Kebangsaan

Kegiatan yang dibuka Bupati Kudus juga dihadiri Ketua Ikatan Perempuan Kepala Keluarga (IPEKB) se-Eks Karesidenan Pati, dan Technical Assistant Satgas Stunting se-Eks Karesidenan Pati.

Dalam sambutannya, Bupati Kudus Hartopo menyampaikan pentingnya isu penurunan stunting sebagai prioritas nasional.

Pemerintah, ungkap Bupati Kudus, telah menetapkan target ambisius untuk menurunkan angka stunting dari 24,4 persen pada tahun 2021 menjadi 14 persen pada tahun 2024

Upaya yang telah dilakukan selama ini telah menghasilkan beberapa kemajuan, meski begitu, angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi, termasuk di Jawa Tengah dengan angka 21,6% (berdasarkan SSGI) dan 20,8%.

Di Kabupaten Kudus, ungkap Hartopo, angka stunting mencapai 19% (SSGI) dan 5,85% (EEPBGM) pada tahun 2022.

Baca juga: Bupati Kudus Tegas. Hartopo Tindak Karaoke Ilegal di Kota Santri hingga Temui PLN Kudus

“Ini isu yang sangat strategis sekali dan ini menjadi target pemerintah,” ungkap Bupati Kudus.

Bupati Kudus Hartopo menekankan bahwa menangani masalah stunting memerlukan sinergi dari semua pemangku kepentingan.

Upaya penanggulangan stunting harus dimulai sejak pranikah dengan memberikan edukasi awal kepada pasangan sebelum menikah.

Kabupaten Kudus menetapkan target ambisius untuk tahun 2023 dengan penurunan stunting sebesar 4%, bahkan lebih rendah dari tingkat nasional dan provinsi.

Pada tahun 2024, target yang diharapkan adalah zero stunting di Kabupaten Kudus.

“Menangani masalah stunting memerlukan sinergi dari semua pemangku kepentingan. Kita harus bekerja bersama-sama dalam upaya ini untuk mencapai hasil yang signifikan,” tambah Bupati Kudus.

Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Eka Sulistia Ediningsih, menyatakan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan pemanduan, sinkronisasi, dan sinergitas program dan kegiatan yang terpadu.

Hal ini menjadi kunci dalam upaya percepatan penurunan stunting secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan pemanduan, sinkronisasi, dan sinergitas program dan kegiatan yang terpadu,” ungkap Kepala BKKBN Provinsi Jawa Tengah.

Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting diharapkan menjadi momentum menggalang komitmen bersama dari seluruh pihak dalam mengatasi masalah stunting, menjaga kesehatan dan pertumbuhan anak-anak, serta menciptakan generasi yang tangguh dan berkualitas di Kabupaten Kudus dan kabupaten se-Eks Karesidenan Pati. (wahyu / Media Jateng)