BPJS Kesehatan Dorong Masyarakat Berani Lapor Jika Dokter Tolak Pasien BPJS

Semarang – mediajateng.net

Melayani kebutuhan masyarakat akan jaminan kesehatan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS ) Kesehatan Divre VI Jawa Tengah – DIY, hingga bulan Maret 2017, telah memperoleh cakupan kepesertaan sebanyak 72% dari total jumlah penduduk yang ada di wilayah Jawa Tengah. Menurut Kepala BPJS Kesehatan Divre VI Jateng – DIY, Aris Jatmiko, berbagai upaya terus dilakukan untuk mendekati masyarakat yang belum terdaftar.

“Kami mendatangi kelurahan dan kecamatan untuk mempermudah masyarakat bisa mendaftar Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sejahtera.Target kami adalah sekitar 3 juta terdaftar menjadi peserta baru.” kata Aris dalam diskusi Progres Pelaksanaan JKN – KIS di Semarang, Rabu (29/3)

Dengan strategi mendekati masyarakat secara langsung dan memberikan layanan pendaftaran secara online melalui telepon, BPJS mencatat hingga minggu kedua bulan Maret 2017, sudah ada 1,1 juta peserta baru yang terdaftar. BPJS Kesehatan Divre VI Jateng – DIY terus mengejar mereka masyarakat dari golongan pekerja maupun pekerja mandiri.

Semakin banyaknya jumlah peserta baru tersebut, sayangnya belum berimbang dengan layanan kesehatan secara layak di sejumlah fasilitas kesehatan. Masyarakat seringkali kesulitan ketika harus naik kelas dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Dokter pernah dengan terang – terangan menolak melayani pasien BPJS, ketika saya berobat. Dengan berbagai alasan termasuk ketika dokter melihat jenis obat yang pernah diberikan kepada anak saya, sebelumnya.” cerita Indah warga Srondol Semarang.

Tingginya ketidaknyamanan masyarakat mendapatkan fasilitas medis, Aris Jatmiko meminta masyarakat harus berani melapor. Terlebih saat ini sudah semakin banyak dokter yang ikut dalam pelayanan BPJS Kesehatan. Ada 3.091 dokter yang melayani pasien BPJS Kesehatan di wilayah Jawa Tengah – DIY.(MJ-202)