Bonus Atlet Jateng Peraih Medali di PON XIX Dicicil

SEMARANG, Mediajateng.net – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah baru mencairkan insentif bagi atlet peraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar sebesar 41 pesen atau Rp 8.189.000.000, dari Rp 19.789.500.000.

Pemberian bonus dalam beberapa fase tersebut terpaksa dilakukan karena dana yang tersedia masih kurang. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjelaskan bahwa metode penganggaran bonus tersebut dengan memerkirakan jumlah medali yang akan didapat dan berapa anggaran yang akan diberikan. Pengalokasian anggaran baru berdasarkan target dan kekuatan anggaran saat ini.

“Anggaran tersebut berasal dari APBN dan sekarang sudah diputus. Kalau kurang, berarti nunggu penganggran tahun depan. Mungkin Januari sudah bisa cair,” kata dia usai memberikan bonus secara simbolis dalam apel pagi di pelataran kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Jumat (4/11).

Tali asih secara simbolis diberikan kepada atlet PON cabang olahraga billiard Rp 339,8 juta, judo Rp 201,2 juta, angkat besi/ berat/ binaraga Rp 213,8 juta, pelatih PON cabor billiard Rp 151.700.000.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jateng, Hartono mengaku lega bonus sudah bisa dicairkan meski hanya 41 persen. Semuanya langsung didistribusikan kepada atlet lewat rekening masing-masing atlet. Sengaja menghindari pembayaran lewat uang tunai untung menghindari dugaan adanya pungli. “Pajak bonus medali PON kali ini berkurang. Hanya sekitar 3 persen. Sementara PON sebelumnya, bisa mencapai 16 persen,” bebernya.

Perolehan tim Jateng pada PON XIX di Jabar sebanyak 173 medali. Terdiri dari 32 emas, 56 perak, dan 85 perunggu. Untuk emas perorangan, dihargai Rp 175 juta, perak Rp 60 juta, dan perunggu Rp 25 juta. Sementara beregu, emas dihargai Rp 47 juta-Rp 95 juta, perak Rp 23,5 juta-Rp 35 juta, dan perunggu Rp 12 juta-Rp 25 juta. (MJ-058)

Comments are closed.