Demak

Eko-Efisiensi sebagai Solusi Peternakan Berdaya Saing dan Berkelanjutan

×

Eko-Efisiensi sebagai Solusi Peternakan Berdaya Saing dan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

Media Jateng, Demak — Dalam upaya mendorong terwujudnya sistem peternakan yang berdaya saing sekaligus berkelanjutan, tim dosen dari Laboratorium Fisiologi dan Biokimia, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Demak bertajuk “Upaya Penerapan Konsep Eko-Efisiensi untuk Menekan Pencemaran Lingkungan dalam Rangka Menjamin Kesejahteraan Ternak Sebagai Upaya Mendukung Pencapaian SDGs Goals 2”.

Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Mranggen, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, dan melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 136 UNDIP yang turut berperan dalam pelaksanaan acara serta pendampingan kepada masyarakat peternak.

Dalam kesempatan tersebut, tim dosen yang terdiri dari Dr. Dra. Endang Widiastuti, M.Si, Prof. Ir. Retno Murwani, M.Sc., M.AppSc., Ph.D dan drh. Ikania Agusetyaningsih menyampaikan pentingnya penerapan konsep eko-efisiensi dalam kegiatan peternakan sebagai langkah menuju sistem produksi yang ramah lingkungan dan hemat sumber daya.

Konsep eko-efisiensi menekankan upaya menghasilkan produk ternak secara optimal dengan menggunakan input seminimal mungkin dan menekan limbah serta pencemaran lingkungan di Mranggen.

Dengan demikian, peternakan dapat berjalan secara ekonomis tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan.

Konsep ini sangat relevan diterapkan di wilayah Demak yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai peternak ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba.

Melalui pendekatan eko-efisiensi, para peternak diharapkan mampu mengoptimalkan sumber daya lokal, mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan, serta mengelola limbah ternak agar bernilai guna, misalnya dengan mengolah kotoran menjadi pupuk organik atau biogas.

Diskusi interaktif bersama peternak berlangsung dinamis. Para peserta aktif bertanya mengenai berbagai aspek praktis penerapan eko-efisiensi, mulai dari strategi manajemen kandang, penghematan air, pemanfaatan energi terbarukan, hingga cara menjaga suhu kandang agar ternak tetap nyaman di musim kemarau.

Tim dosen juga menegaskan bahwa kesejahteraan ternak (animal welfare) merupakan bagian penting dari keberlanjutan peternakan. Lingkungan yang bersih, ventilasi yang baik, dan manajemen limbah yang teratur terbukti dapat menurunkan stres fisiologis ternak serta meningkatkan produktivitasnya.

Menurut Dr. Dra. Endang Widiastuti, M.Si, salah satu dosen dari Laboratorium Fisiologi dan Biokimia UNDIP, konsep eko-efisiensi dapat menjadi solusi praktis untuk menjawab tantangan peternakan rakyat masa kini.

“Melalui eko-efisiensi, peternak dapat meningkatkan hasil ternak tanpa menambah beban lingkungan. Prinsipnya adalah efisiensi dalam setiap tahapan produksi, mulai dari penggunaan pakan, air, hingga pemanfaatan limbah. Jika diterapkan secara konsisten, sistem ini akan memperkuat daya saing peternakan lokal sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem,” ungkapnya.

Sementara itu, Slamet, salah satu peternak kambing asal Desa Mranggen yang turut hadir dalam kegiatan, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.

“Selama ini kami hanya fokus pada hasil, belum banyak memperhatikan dampak limbah atau efisiensi pakan. Setelah ikut kegiatan ini, saya jadi tahu cara mengolah kotoran jadi pupuk dan bagaimana mengatur kandang supaya ternak lebih nyaman. Ini sangat bermanfaat bagi kami peternak kecil,” ujarnya.

Kegiatan pengabdian ini tidak hanya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk mentransfer ilmu pengetahuan yang aplikatif di tingkat peternak rakyat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran baru bahwa peternakan berkelanjutan bukan hanya tentang peningkatan produksi, tetapi juga tentang keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Tim dosen Laboratorium Fisiologi dan Biokimia UNDIP berkomitmen untuk terus mendorong penerapan prinsip eko-efisiensi dalam sektor peternakan sebagai kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-2: Mengakhiri Kelaparan dan Mendorong Pertanian Berkelanjutan.***