Semarang

Bersama Dengan TNI-Polri, Lapas Semarang Musnahkan Barang Hasil Penggeledahan

×

Bersama Dengan TNI-Polri, Lapas Semarang Musnahkan Barang Hasil Penggeledahan

Sebarkan artikel ini

Media Jateng, Semarang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang menggelar pemusnahan barang hasil penggeledahan blok hunian warga binaan. Sebagai bukti sinergitas, Lapas Semarang menggandeng Komando Rayon Militer Ngaliyan dan Kepolisian Sektor Ngaliyan untuk ikut dalam kegiatan.

Hal tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan agar warga binaan tetap menjaga keamanan dan ketertiban di area Lapas.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso ikut hadir dan ikut dalam kegiatan. Kegiatan diawali dengan laporan hasil pelaksanaan penggeledahan kamar hunian oleh Kepala Bidang Administrasi Keamanan dan Ketertiban.

Kabid Kamtib, Tri Mulyono mengungkap, barang tersebut merupakan hasil dari penggeledahan periode Januari 2025 hingga Agustus 2025. Deretan penggeledahan tersebut didapatkan ratusan telepon genggam beserta alat pengisi daya serta kabel-kabel liar.

Penghancuran barang dilakukan dengan menggunakan palu, kemudian dibakar didalam tong.

Pelaksanaan pemusnahan dipimpin oleh Mardi Santoso diikuti oleh Kalapas, Wakil Komandan Rayon Militer Ngaliyan dan Bhabinkamtibmas Polsek Ngaliyan.

“Ini merupakan langkah kami sesuai dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk memberantas narokoba dan modus penipuan di dalam Lapas. Dengan dukungan mitra kami, harapannya sinergitas akan semakin kuat, bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di area Lapas serta masyarakat sekitar,” ucap Mardi Santoso.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh Kalapas, Wadanramil Ngaliyan dan Babhinkamtibmas Polsek Ngaliyan serta disaksikan oleh Kakanwil Ditjenpas Jateng.

Sementara Fonika Affandi juga mengatakan bahwa Lapas akan terus berkomitmen untuk memberantas barang terlarang masuk. “Penggeledahan akan terus kami laksanakan, dari yang rutin maupun insidentil, kami juga akan memperkuat keamanan untuk mencegah barang masuk,” pungkas Fonika