GroboganJawa Tengah

Konfercab GP Ansor Grobogan Diwarnai Protes, Kubu Rinduwan Tolak Hasil Pemilihan

×

Konfercab GP Ansor Grobogan Diwarnai Protes, Kubu Rinduwan Tolak Hasil Pemilihan

Sebarkan artikel ini
Sidang Pleno Konfercab GP Ansor Grobogan. Foto: Agung T.

Media Jateng, Grobogan – Konferensi Cabang (Konfercab) ke-7 GP Ansor Grobogan yang semestinya menjadi ajang penyegaran organisasi, justru berakhir dengan kekecewaan bagi sebagian pihak.

Kekecewaan itu paling keras disuarakan dari kubu Rinduwan, salah satu calon ketua yang ikut dalam kontestasi. Ketua Tim Pemenangan Rinduwan, Muridan, menjadi sosok yang lantang menyuarakan keberatan.

Menurut Muridan, ada enam Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang secara tegas menolak hasil konfercab. “Keenam PAC itu terdiri dari PAC Kedungjati, PAC Tanggungharjo, PAC Penawangan, PAC Brati, PAC Toroh, dan PAC Wirosari,” ujarnya.

Penolakan mereka, lanjut Muridan, bukan sekadar sentimen politik biasa. Ada kekecewaan mendalam karena mereka merasa prinsip-prinsip keadilan telah dilanggar dalam proses konfercab ini.

Dalam konferensi pers yang digelar di Pendapa Kabupaten Grobogan pada malam 26 April 2025, kubu Rinduwan secara terbuka membeberkan dugaan berbagai pelanggaran selama konfercab.

Salah satu tuduhan serius yang mereka layangkan adalah pelanggaran terhadap Tata Tertib Konfercab dan Peraturan Organisasi GP Ansor. “Panitia telah melanggar tatib dan PO organisasi,” kritik Muridan dengan nada tegas.

Tak hanya suara dari timnya, Rinduwan sendiri akhirnya angkat bicara. Dengan suara berat, ia menceritakan tekanan yang ia rasakan selama proses berlangsung.

“Saat mediasi, saya dipaksa mufakat untuk mengundurkan diri. Ini sangat mencederai peraturan organisasi,” ungkap Rinduwan, menyiratkan betapa berat beban yang ia hadapi.

Yang lebih mengejutkan, Rinduwan menambahkan bahwa tekanan itu datang bukan hanya dari panitia lokal, tetapi juga dari pihak Pimpinan Pusat (PP) dan Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor.

“Ketika saya disuruh menandatangani berita acara, saya memilih kabur (meninggalkan lokasi) karena di situ sudah tidak fair lagi,” lanjut Rinduwan dengan emosi yang masih terasa.

Namun, meskipun salah satu kandidat walk out dari arena, panitia konfercab tetap melanjutkan proses pemilihan dan akhirnya menetapkan Harsono sebagai ketua terpilih. Kondisi ini makin menyulut ketidakpuasan di kubu Rinduwan.

“Dengan ini saya sebagai calon ketua merasa dicurangi dari awal penetapan sampai hari ini,” kata Rinduwan dengan suara getir, menggambarkan betapa ia merasa proses itu jauh dari kata adil.

Muridan, yang setia mendampingi Rinduwan, menguatkan bahwa aroma ketidakberesan sebenarnya sudah terasa sejak awal. “Proses verifikasi yang seharusnya sudah diselesaikan sejak awal, baru dilakukan verifikasi jelang konfercab,” ujarnya.

Berbagai kejanggalan ini membuat tim Rinduwan, bersama enam PAC pendukung, bulat menolak hasil konfercab dan menolak pengesahan Harsono sebagai ketua GP Ansor Grobogan periode 2025-2029.

Sikap ini turut diperkuat oleh Ketua PAC Kedungjati, Iwan Ulumudin. Ia menceritakan situasi menegangkan saat pimpinan sidang tiba-tiba masuk memaksakan keputusan saat Rinduwan tengah dalam tekanan.

“Karena merasa kecewa dengan pimpinan sidang, kita para pendukung sahabat Rinduwan langsung meninggalkan lokasi untuk menguatkan sahabat kita yang sedang diciderai ini,” ungkap Iwan penuh emosi.

Tetap Optimis Pimpin GP Ansor Grobogan

Sementara itu, Harsono, yang dinyatakan sebagai ketua terpilih, berusaha menenangkan suasana. Ia menilai semua ini hanyalah bagian dari dinamika demokrasi dalam organisasi.

“Dalam forum, 90 persen peserta memberikan dukungan kepada saya, dan pelaksanaan konfercab sudah sesuai tatib. Untuk lebih detilnya komunikasi langsung dengan PAC,” terang Harsono menjawab keberatan tersebut.

Konfercab ini sendiri dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Pusat GP Ansor, yakni Bambang Tri Anggono dan Timbul Pasaribu, serta perwakilan dari Pimpinan Wilayah, Tsalis Syaifudin, yang menambah bobot legitimasi acara.

Meski diterpa berbagai protes, Harsono dalam pidato kemenangannya tetap mengajak semua pihak untuk bersatu. “Kita perlu bergandengan tangan untuk menjalankan organisasi dengan baik,” serunya penuh optimisme.

Di sisi lain, kubu Rinduwan menunjukkan keseriusan mereka dengan mengirimkan surat keberatan resmi bertanggal 22 April 2025 kepada PW dan PP GP Ansor, merinci empat pelanggaran utama yang mereka temukan dalam pelaksanaan konfercab. (Ag/MJ)