Media Jateng, Semarang – Bulan Ramadan tak hanya menjadi berkah bagi penjual makanan dan minuman. Pemilik toko cat juga merasakan ramainya penjualan menjelang lebaran.
Seperti yang dirasakan Imantaka Muncar, owner Toko Cat Sagara Warna di Kota Semarang. Saat ditemui sejumlah awak media di tokonya di Jalan Abdurahman Saleh Nomor 76 mengungkapkan, permintaan cat menjelang lebaran naik hingga 100 persen dibanding hari biasa.
Pada hari biasa, dagangannya bisa terjual 500 kemasan per bulan. Pada Ramadan ini, ia sudah menjual hampir 1000 kemasan.
Konsep PPDB 2025, Begini Penjelasan Disdik Kota Semarang
“Customer paling banyak dari kalangan rumah tangga. Memang setiap Ramadan trennya memang seperti itu, permintaan naik dua kali lipat,” ungkap Taka, sapaan akrabnya, Kamis (27/3/2025).
Meski mengalami kenaikan penjualan, Taka mengakui, kondisinya tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya, jelang Lebaran, permintaan lebih tinggi. Bahkan, saat pandemi Covid-19, permintaan sangat membludak.
“Kalau bicara dari bulan ke bulan, saat Ramadan memang naik. Tapi, dibanding tahun lalu dan sebelum-sebelumnya turun. Paling tinggi saat pandemi covid. Orang-orang sibuk di rumah, malah meningkat,” ujar dia.
Hadiri Bukber Wali Kota Semarang, Mas Wawan Bercengkrama dengan Warga Kampung Kelahirannya
Taka menyebut, jenis cat yang paling dicari menjelang Lebaran adalah cat dekoratif yakni cat untuk bangunan. Tren permintaan warna cat setiap tahun pun berbeda-beda.
Tahun ini, warna paling diminati yaitu warna krem. Jenis warna krem yang disukai masyarakat mulai dari krem putih tulang, krem kecoklatan, dan krem pastel.
“Tren warna tahun ini lebih ke krem. Tahun lalu hijau sage. Sebelumnya lagi pernah warna-warna monokrom, seperti abu-abu. Setiap tahun memang tren warna yang diminati masyarakat selalu berganti,” terangnya.
Dari segi jenis, Taka menyebut, ada beberapa jenis cat yakni mattee, satin, dan glossy. Di tokonya, sebut dia, paling banyak dimintai adalah jenis matte dan satin.
Agustina-Iswar Sampaikan Kebijakan Pembangunan Kota Semarang di Musrenbang
Harga cat pun dibandrol dengan harga beragam mulai dari Rp 40 ribu untuk kemasan satu kilogram hingga Rp 150 ribu untuk kemasan satu kilogram. Lebih besar volume kemasan, tentu harga akan lebih mahal.
“Yang paling mahal cat eksterior. Itu tahan cuaca panas dan hujan, ketahanan sampai sepuluh tahun. Tapi, paling banyak diminati cat interior, kerahanan sampai tiga hingga lima tahun. Biasanya, nggak sampai tiga tahun customer sudah bosan ingin ganti warna,” bebernya.
Taka membeberkan, di tokonya, ada sekira 15 merek dengan 10 ribu warna. Pihaknya tidak hanya menyediakan warna dasar namun juga mixing warna. Ada mesin tinting yang membantu mixing warna sesuai keinginan customer. Hampir 80 persen customer menginginkan mixing warna.
“Ada mesin tinting untuk mixing warna. Hanya nunggu lima sampai 10 menit jadi warna baru. Ada 10 ribu warna,” ungkapnya.
Mudik Motor Gratis Tujuan Jateng PT KAI Siapkan Tiga Stasiun di Daop 4 Semarang
Sebelum membeli, Taka menambahkan, customer biasanya berkonsultasi terlebih dahulu untuk mulai dari besaran kebutuhan, kecocokan cat dengan kondisi ruangan, hingga cat yang tepat untuk tembok bermasalah.
Untuk menarik minat pembeli selama Ramadan, dia memiliki program khusus yakni memberikan suvenir berupa tumbler, kaos dan sebagainya. Sedangkan, khusus pembelian diatas Rp 1,5 juta, ia sediakan hadiah kipas angin atau dispenser bagi customer. (ot/mj)












