Media Jateng, Pekalongan– Mendapat latihan ala semi militer di Akmil Magelang, Semangat pelayanan diungkapkan Wakil Bupati Pekalongan.
Bahkan, Wakil Bupati juga mengungkapkan, salah satu kunci dalam kesuksesan pembangunan dan peningkatan ekonomi warga yakni adanya sinergitas dalam pelaksanaan kerja antara Bupati dan Wakil Bupati.
Tidak saja tingkat kabupaten, namun berkumpulnya para kepal daerah baik Bupati, Walikota bahkan Gubernur membuat terbangunya sinergitas antar daerah tidak saja se Jawa Tengah, namun secara nasional.
Tidak saja Bupati Pekalongan Farida Arafiq, Namun Wakil Bupati Pekalongan Sukirma juga mengikuti rangkaian retret yang dipimpin Presiden Prabowo di Akmil Magelang.
Rangkaian kegiatan semi militer, digelar untuk memberikan semangat bagi kepala daerah khususnya Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan.
Selain Bupati, Wakil Bupati (Wabup) Pekalongan, Sukirman, juga telah menyelesaikan kegiatan retret bagi wakil kepala daerah.
Berbeda dengan retret untuk kepala daerah yang berlangsung selama satu minggu, retret bagi Wakil Kepala Daerah hanya dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 27–28 Februari 2025.
Wabup Sukirman mengatakan bahwa kegiatan retret memberikan banyak wawasan, terutama dalam hal program kerja dan koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat.
“Kami diberikan berbagai materi terkait program kerja. yang tidak kalah penting adalah mensinergikan tugas-tugas antara Bupati dan Wakil Bupati agar satu komando kepada Bupati. kemudian sinergi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. dan mensukseskan program-program pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa retret ini menjadi ajang untuk memperluas jaringan dan meningkatkan kebersamaan antar kepala daerah.
“Kesannya, tentu saja tambah banyak teman dan, merasakan bersama-sama bahwa memang kita harus mempunyai satu tekat untuk membangun Indonesia,” imbuhnya.
Wabup Sukirman juga menuturkan bahwa pengalaman paling berkesan selama retret adalah penerapan pendidikan semi-militer. Para peserta harus mengikuti aturan ketat, seperti latihan baris-berbaris, makan dengan waktu terbatas, serta disiplin dalam mengikuti instruksi sebelum mulai makan.
“Pendidikan semi-militer diterapkan, seperti baris-berbaris, lalu waktu makan juga dibatasi. Bahkan, saat makan, kita harus menunggu komando, baru boleh mulai makan,” pungkasnya. *Tim Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan. – Media Jateng –













