Semarang

Ekosistem Sepak Bola Putri di Usia Dini Buahkan Hasil

×

Ekosistem Sepak Bola Putri di Usia Dini Buahkan Hasil

Sebarkan artikel ini

Media Jateng, Semarang, – Upaya memutar roda ekosistem sepak bola putri di level usia dini melalui MilkLife Soccer Challenge – Semarang 2025 mulai membuahkan hasil.

MilkLife Soccer Challenge – Semarang 2025 digelar oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife di Stadion Universitas Diponegoro Tembalang dan Lapangan Arhanud Jatingaleh mulai Rabu (12/02/25) hingga Minggu (16/02/25).

Turnamen tersebut membuahkan hasil, salah satunya terlihat di SDN Klepu 03 Semarang yang sudah mengikuti MilkLife Soccer Challenge sejak tahun lalu.

Kepala Sekolah SDN Klepu 03 Semarang, Didit Sulistio, menyebut turnamen sepak bola putri ini tidak hanya menjadi wadah bagi para siswi dalam menyalurkan bakat di lapangan hijau, tapi juga diharapkan menjadi ladang prestasi non akademik bagi anak didiknya. Untuk itu, ia bersama jajaran guru dan pelatih menggodok dengan matang tim yang akan berlaga di MilkLife Soccer Challenge.

Baca juga:

Program Perbaikan RTLH Dorong Penanggulangan Kemiskinan Banjarnegara

“Ketika MilkLife Soccer Challenge mulai bergulir tahun lalu di Semarang, kami berpikir bahwa turnamen ini bisa menjadi ajang bagi para anak didik menuai prestasi non akademik. Untuk itu, kami menyusun program komprehensif seperti membuat Sekolah Sepak Bola (SSB) di sekolah kami dan membentuk tim yang akan berlaga di setiap gelaran MilkLife Soccer Challenge,” ungkapnya.

“Bahkan, sebelum ikut turnamen ini kami menyelenggarakan training camp guna mematangkan kemampuan para siswi sehingga bisa memaksimalkan bakatnya ketika bertanding,” jelas dia.

Hasilnya, para punggawa SDN Klepu 03 sukses mengharumkan nama sekolah. Pada gelaran MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2024, mereka berhasil menembus babak semifinal di KU12. Prestasi mereka meningkat di Seri 2 2024, dengan menyabet gelar kampiun untuk KU10. Bahkan, dalam MilkLife Soccer Challenge Semarang 2025, hingga Sabtu (15/2), tim KU10 SDN Klepu 03 sukses menjejakkan kaki di babak semifinal berkat kemenangan 8-0 atas SDN Sendangmulyo 02.

Guru Olahraga sekaligus Pelatih SDN Klepu 03, Altariq Bagus Istianto mengatakan kilauan prestasi anak didiknya tak lepas dari usaha dan kerja keras demi memantik bakat dan kemampuan mengolah si kulit bundar. Dimulai dari menyiapkan sarana yang mendukung hingga menyusun jadwal latihan serta mencari lawan tanding yang mumpuni demi menambah jam terbang.

“Bersama orangtua, kami mencari sarana yang mendukung bagi para peserta agar latihan mereka bisa berjalan baik. Lalu, kami juga rutin menggelar latihan persahabatan, salah satunya dengan tim All Stars Kudus sebanyak tiga kali. Tim juga diikutkan ke Pekan Olahraga Pelajar Daerah di Semarang. Mereka melawan tim putra, yang memiliki dampak positif untuk mempercepat peningkatan kemampuan para siswi. Semua ini demi menambah jam terbang karena kami punya mimpi besar, semoga lahir atlet profesional sepak bola putri yang memperkuat tim nasional Indonesia yang berasal dari SDN Klepu 03,” kata Altariq.

Upaya tersebut membuat para punggawa SDN Klepu 03 memiliki kemampuan yang lebih baik di lapangan. Salah satunya ialah striker andalan sekolah tersebut, Shakila Azalia Ardhani. Tiga kali mengikuti MlikLife Soccer Challenge sejak 2024, kemahirannya mencetak gol meningkat drastis. Pada Seri 1 2024, ia hanya mencetak empat gol. Sementara di Seri 2 2024, ia masuk jajaran tiga besar pencetak gol terbanyak dengan kemasan delapan gol.

Menariknya, di MilkLife Soccer Challenge Semarang 2025, Shakila telah mengoleksi 35 gol hingga babak perempatfinal. Ia berpeluang menjadi top scorer karena timnya akan berlaga di partai semifinal, Minggu (16/2) pagi.

Baca juga:

Sebelum Puasa Ramadan, Komisi B DPRD Semarang Minta Karaoke di Pasar Tradisional Ditertibkan

“Sejak bermain di MilkLife Soccer Challenge tahun lalu, saya semakin rutin berlatih keras bersama teman-teman di sekolah. Sekarang bisa lebih jago menggiring bola, menggocek, mencetak gol. Senang banget sekarang mampu mencetak banyak gol dan semoga bisa menjadi top scorer. Saya sangat ingin menjadi pemain timnas putri Indonesia seperti idola saya, Claudia Scheneumann,” ucap Shakila.

Tak hanya membidik lahirnya bibit-bibit pesepak bola berbakat melalui turnamen KU 10 dan KU 12, MilkLife Soccer Challenge juga berupaya menumbuhkan kecintaan terhadap cabang olahraga ini melalui Festival SenengSoccer. Festival yang terbuka untuk umum dan gratis ini melibatkan para siswi MI dan SD dengan cakupan usia 6 hingga 8 tahun.

Mengadopsi berbagai uji ketangkasan, Festival SenengSoccer terdiri dari tujuh rintangan berbeda yang harus dilalui peserta. Pemenang ditentukan dengan torehan catatan waktu tercepat. Rintangan pertama peserta harus berlari zig-zag melewati rintangan, kedua mereka harus melakukan lemparan (throw in) sesuai aturan permainan sepak bola ke target yang tersedia.

“Melalui Festival SenengSoccer kami berharap para putri usia 8 tahun ke bawah bisa merasakan dulu asyiknya bermain bola. Tidak perlu ada pertandingan, yang penting mereka tahu bermain sepak bola itu menyenangkan, dan minatnya tumbuh. Dengan melihat kakak-kakaknya bertanding sepak bola di lapangan yang sama juga akan memotivasi adik-adik untuk bisa menjadi pemain sepak bola mewakili sekolah,” bilang Yoppy.(ot/mj)