Media Jateng, Jakarta– Universitas Mercu Buana mengkolaborasikan Bidang Ilmu Ekonomi, Teknik dan Psikologi dalam kegiatan kemandirian masyarakat dalam program peningkatan daya saing bidang kuliner.
Kegiatan yang didukung Kemendikbud sebagai hibah terhadap Universitas Mercu Buana karena meraih Perguruan Tinggi Swasta terbaik No 3 di Indonesia digelar Universitas Mercu Buana dengan peningkatan akses digital marketing pada Usaha mikro kecil dan menengan (UMKM) di Kelurahan Meruya Selatan, Jakarta.
Melalui kegiatan kemandirian masyarakat, dosen dan mahasiswa berkolaborasi dalam peningkatan daya saing di bidang kuliner. Dengan mengubah sistim bisnis kuliner tradisional di kegiatan kemandirian masyrakat UMB pelaku UMKM diajak melakukan bisnis dengan peningkatan akses digital marketing.
Kegiatan kemandirian masyarakat UMB melibatkan ibu rumah tangga yang juga mempunyai usaha sampingan di sekitar wilayah Meruya Selatan, Jakarta.
“Ini merupakan kegiatan luar biasa, yang dimana mengkolaborasikan 3 bidang ilmu dalam pengaplikasiannya dengan harapan bisa meciptakan UMKM yang unggul dan go digital, Kegiatan juga disampaikan oleh pakar dan ahli di ketiga bidang tersebut yang menciptakan kolaborasi yang professional,” ungkap Ketua LPPM Universitas Mercubuana Dr. Erna Setiany, S.E. M.Si, dalam rilisnya Minggu 18 Desember 2022.
Kegiatan melibatkan mahasiswa lintas jurusan, dimulai dengan persiapan pembagian fasilitas usaha yang berisi, paket box makanan, tas belanja dan wadah makanan untuk berjualan.
Tidak saja teori, Team Universitas Mercu Buana juga memberikan Kulkas ke Tempat yaitu RPTRA, guna membantu peningkatan UMKM dalam melakukan kegiatan ekonomi di sekitar kawasan. Bantuan diterima pihak kelurahan Meruya Selatan.
Dr Ririn Wulandari, SE,MM Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana, juga membagikan strategi ekonomi dalam segmentasi konsumen dikegiatan UMKM.
Masyarakat diedukasi pentingnya pemilihan jenis usaha dan target pasar atas produk mereka.
“Harus mempunyai konsep dan tujuan pasar dalam usaha, karena itu salah satu indikasi keberhasilan usaha, Jadi harus menentukan dari awal apa yang dijual, rasa, keunikan atau demand,” pesan Ririn Wulandari.
“Jika menjual target pasarnya orang menengah ke atas maka ibu harus merubah kualitas bahan dan kandungannya, jadi ibu harus sesuai dengan yang ibu jual dan ibu menjual ke siapa,” ujar Ririn Wulandari, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMB.
Muhammad Hafizd Ibnu Hajar, ST. M.Sc dosen Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana, mengingatkan usaha saat ini sudah beralih ke digital marketing.
“Dimana sudah beralih menjadi usaha yang sepenuhnya menggunakan tools digital dalam kegiatannya. Jadi kita dituntut harus paham dan tahu bagaimana kita menggunakan Tools Digital dalam UMKM,” ungkap Muhammad Hafizd Ibnu Hajar, dalam kegiatan yang digelar Jum’at 16 Desember 2022.
Di bidang Psikologi, Laila Meiliyandrie Indah Wardani, Ph.D, Dosen Fakultas Psikologi Universtitas Mercu Buana menyampaikan pentingnya kesehatan pikiran dan psikis dalam menghadapi persaingan usaha dan peningkatan keahlian diri guna bersaing di digital marketing.
“Pikiran itu mempengaruhi segalanya, jadi jika pikiran dan kesehatan mental kita terganggu, maka tercapainya suatu usaha yang baik itu tidak akan tercapai, Jadi kita harus bisa menempatkan perasaan dan pikiran disamping strategi usaha yang sedang kita lakukan,” pesan Laila Meiliyandrie Indah Wardani, Ph.D.
Dalam kegiatan kolaborasi edukasi 3 Bidang yaitu Ekonomi, Teknik dan Psikologi juga diberikan materi dan edukasi dan praktik pembuatan kit wadah makanan yang bebentuk food box. Kegiatan ini dimeriahkan oleh adanya kuis pembuatan poster dengan tools digital yang sudah disampaikan di dalam kegiatan.
Kegiatan ini ditutup dengan SGD atau sharing group discussion dan pengisian umpan balik dan kuesioner terhadap pemateri dan materi yang disampaikan oleh narasumber.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pembuka awal kolaborasi bidang ilmu dalam melakukan pengabdian atau kegiatan pada masyarakat yang menjadi metode yang optimal dan sesuai di era 4.0 ini.
“Setelah kami mengikuti kegiatan ini, kami jadi merasa terbuka terhadap pemahaman digital marketing dan sikap diri dalam mengahadapi persaingannya, jadi kami tahu bagaimana mengembangkan diri kami kedepannya” Ujar Ibu Kamera selaku Ketua komunitas UMKM di Meruya Selatan.(wahyu-70)












