71 Persen Penduduk Jateng Sudah Dadtar BPJS Keaehatan

SEMARANG- mediajateng.net

Jumlah keikutsertaan masyarakat BPJS Kesehatan per bulan Desember 2016, cukup tinggi. Dari data yang ada, sudah ada sekitar 71 persen dari total penduduk di Provinsi Jawa Tengah dan D.I.Y sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari mengungkapkan, capaian rekrutmen peserta untuk Pekerja Penerima Upah (PPU) eks Jamsostek, BUMN, BU swasta lainnya sebanyak 2.583.822 orang untuk wilayah Jawa Tengah dan D.I.Y. Sedangkan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran APBD adalah sebanyak 701.049 jiwa yang merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran yang didaftarkan oleh Kota/Kabupaten di Jawa Tengah dan D.I.Y.

“Untuk fasilitas kesehatan, saat ini sudah terdapat 3.067 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 323 Fasilitas Kesehatan Tingkat Rawat Lanjut (FKTRL),” katanya

Menurutnya BPJS Kesehatan terus melakukan perbaikan dan menjadi lebih baik dalam melayani peserta JKN-KIS sebagai langkah inovasi. Salah satunya adalah VA 1 (satu) keluarga. Mekanisme ini membuat peserta dalam satu kartu keluarga hanya perlu membayar iuran 1x pada salah satu nomer VA. Keuntungan mekanisme ini adalah peserta tidak perlu repot membayar beberapa kali, dan menghemat biaya administrasi.

“Mekanisme VA 1 keluarga juga sangat menguntungkan dalam pencapaian cakupan semesta di tahun 2019, dengan semakin banyaknya peserta mendaftar BPJS Kesehatan berdasarkan keanggotaan di dalam kartu keluarga, maka akan tercipta keberlangsungan JKN-KIS yang berkesinambungan,” imbuhnya.

Berbagai perbaikan dalam hal pelayanan tersebut, berdampak pada tingkat kepuasan publik terhadap program stategi pemerintah JKN-KIS yang ditangani oleh BPJS Kesehatan.

“Kepuasan publik terhadap pelayanan BPJS Kesehatan menunjukkan pertumbuhan positif yakni 73,8 persen di tahun 2015 menjadi 80,3 persen per Agustus 2016,” paparnya.

Data yang ada, lanjut dia merupakan hasil survei tahun 2016 yang dilakukan oleh vendor dan angkanya akan terus dinaikkan karena target di 2019 untuk tingkat kepuasan publik sebesar 85 persen.

Kepala Divisi Regional VI BPJS Kesehatan Aris Jatmiko menambahkan, tingkat kepuasan peserta merupakan salah satu indikator kesuksesan program JKN-KIS selain tingginya tingkat kepuasan fasilitas kesehatan dan keberlangsungan BPJS Kesehatan.

“ Kami terus melakukan berbagai upaya di antaranya meningkatkan pelayanan seperti kemudahan pendaftaran dan pembayaran, memperbaiki sarana dan prasarana kantor, kemudahan akses pelayanan kesehatan, serta kemudahaan masyarakat untuk berkomunikasi dengan BPJS Kesehatan melalui call center 24 jam di nomor 1500 400,” bebernya.

Selain itu untuk memudahkan pembayaran, BPJS Kesehatan juga bekerjasama dengan bank untuk melakukan autodebet khusus untuk bank pemerintah diantaranya adalah BNI, BRI, Mandiri, dan BTN, kurir pos, hingga kader JKN-KIS. “Kami terus memberikan kemudahan pembayaran iuran JKN-KIS dengan memperluas chanel pembayaran. Hingga saat ini sudah ada 12.606 kantor cabang dan 59.937 ATM,” tambahnya (MJ-606)