Media Jateng, Semarang, – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang mencatat kunjungan wisatawan ke Kota Semarang saat libur Lebaran mengalami peningkatakan yang signifikan jika dibanding tahun sebelumnya.
Seama periode 13 hingga 28 Maret 2026 tercatat sebanyak 513.688 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 510.471 wisatawan nusantara dan 3.217 wisatawan mancanegara.
Peningkatan kunjungan wisatawan Kota Semarang juga diikuti naiknya tingkat hunian hotel, terutama pada tiga hari pertama Lebaran. Lonjakan kunjungan wisatawan dinilai memberi dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Secara keseluruhan, rata-rata okupansi hotel selama sepekan Lebaran 2026 tercatat sebesar 76,41 persen, sedikit menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 78,76 persen. Meski demikian, angka tersebut masih menunjukkan tingginya minat wisatawan untuk menginap di Kota Semarang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, mengungkapkan tren kenaikan kunjungan wisatawan Kota Semarang terlihat signifikan sejak hari pertama hingga hari ketiga Lebaran.
“Alhamdulillah, kunjungan wisatawan selama libur Lebaran ini, ditambah kebijakan work from anywhere dari pemerintah pusat, berdampak cukup positif. Jadi ada kenaikan dibandingkan Lebaran tahun kemarin,” ujarnya Selasa, (31/3/2026).
Destinasi wisata berbasis heritage yakni Kawasan Kota Lama Senarang masih menjadi pilihan utama wisatawan, disusul Lawang Sewu dan Sam Poo Kong.
“Favoritnya masih Kota Lama. Selain itu juga kawasan heritage lain seperti Lawang Sewu dan Sam Poo Kong,” kata Iin.
Selain destinasi populer, sejumlah objek wisata milik pemerintah kota juga mengalami peningkatan kunjungan. Di antaranya Gua Kreo dan wahana baru seperti Jembatan Kaca yang mulai beroperasi.
Namun demikian, tidak semua destinasi mengalami kenaikan. Kebun binatang Semarang Zoo disebut mengalami penurunan jumlah pengunjung dibandingkan periode Lebaran tahun lalu. (ot/mj)












