GroboganJawa Tengah

Yuk Intip Adopsi Pernikahan Militer Unik Ini

×

Yuk Intip Adopsi Pernikahan Militer Unik Ini

Sebarkan artikel ini

GROBOGAN. Mediajateng.net- Jika di instansi militer maupun kepolisian terdapat tradisi Pedang Pora. Tradisi Tongkat Pora ini milik gerakan kepramukaan yang diadopsi dari tradisi kemiliteran dan kepolisian untuk kegiatan penting seperti pernikahan, pemakaman, serahterima jabatan pimpinan.

Di kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan, tradisi tongkat pora ini terjadi pada Minggu (13/5/2018). Tradisi unik dan tak biasa ini digelar di sebuah resepsi pernikahan pasangan Ayu Fatma Latifah dan Dimas Febrian Utomo.

Usai akad nikah, pasangan ini melakukan prosesi tongkat pora ini. Sebelumnya, mereka melakukan pelepasan burung merpati sebagai simbol melepas cinta untuk kebahagiaan, kedamaaian dan kesejahteraan dalam hidup yang baru.

Usai pelepasan burung merpati, keduanya bersama keluarga berjalan menuju ke pelaminan dengan iringan para anggota Pramuka Ambalan Diponegoro dan Kartini gudep MAN 1 Grobogn.

Para anggota pramuka ini mengenakan seragam lengkap dengan tongkat pramukanya. Sesampainya di lorong menuju kursi pelaminan, para anggota pramuka ini berbaris berhadapan sambil menurunkan tongkatnya.

Satu per satu tongkat para anggota diangkat untuk memberi jalan kepada kedua mempelai dan keluarganya. Setelah semua tongkat terangkat ke atas, kedua mempelai melanjutkan perjalanannya menuju ke kursi pelaminan untuk meneruskan serangkaian prosesi secara adat.

Adalah Siti Marfuah, ibunda Ifa yang memiliki konsep pernikahan seperti ini. Meski ide tersebut berasal dari ibundanya, Ifa pun tak keberatan. Begitu juga suami beserta keluarga besarnya. Saya senang melakoninya, apalagi dulunya saya juga anggota Pramuka, kata anak pertama dari pasangan Joko Budi Sulistyono dan Siti Marfuah ini.

Ifa sendiri pernah tercatat mengikuti Kursus Mahir Lanjutan (KML) dan Pembina penegak di Ponpes Darussalam Gontor Putri. Sedangkan sang Ibu juga lekat dengan Kepramukaan. Sejak tahun 2003, Siti Marfuah tercatat sebagai pengurus Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Grobogan hingga kini.

Dulu saya dan suami pernah terpikir membuat resepsi pernikahan dengan konsep seperti ini. Namun, saat itu banyak kerepotan. Akhirnya, ide tersebut saya wujudnyatakan dalam prosesi pernikahan anak saya ini, ujar Siti.

Siti berharap, prosesi Tongkat Pora ini dapat dilanjutkan para anggota pramuka yang akan menikah. Khususnya, para adik-adik di ambalan Diponegoro dan Kartini MAN 1 Grobogan. Dengan begitu, ini akan menjadi motivasi bagi mereka agar terus berkegiatan di dunia kepramukaan sekalipun telah melepas masa lajangnya, tambah Siti.

Terpisah, Ketua Pramuka Kwarcab Grobogan, Kak Agus Siswanto mengapresiasi resepsi pernikahan unik ini. Sama halnya yang diungkapkan Siti, adanya upacara tongkat pora di pernikahan para anggota Pramuka dapat dikembangkan sehingga memotivasi kegiatan kepramukaan.

Kami terus dukung kreativitas para anggota Kwarcab Grobogan. Ini diharapkan menjadi motivasi bagi mereka agar giat berkreasi di lingkungan masing-masing, ujar pria asal Gubug ini. (Ag-Mj)