Tuntut Gaji dan Uang Lembur Yang Belum Dibayar, Karyawan PT JMI Demo

Semarang, Mediajateng.net, – Ratusan pekerja PT. Janata Marina Indah (JMI) melakukan unjuk rasa menuntut gaji dan uang lemburan yang belum dibayarkan oleh pihak perusahaan, Senin (27/7/2020). Perusahaan yang bergerak dibidang jasa perbaikan dan perawatan kapal itu telah dipadati para karyawan sejak pukul 08.00 WIB di Jalan Deli No 21 Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Menurut Koordinator unjuk rasa, Wahyu Widianto, pihaknya terpaksa melakukan unjuk rasa karena pihak perusahaan tidak bisa memberikan kepastian pembayaran gaji pokok dan uang lemburan bulan Juni – Juli 2020. Selain itu, para karyawan juga meminta penyesuaian gaji UMR serta mengeluhkan tidak bisa melakukan klaim BPJS Kesehatan. Padahala selama ini para karyawan telah membayar iuran BPJS setiap bulannya.

“Intinya kami hanya meminta kepastian tanggal pembayaran gaji. Selama ini kami sudah lunak dengan kebijakan perusahaan, seperti gaji yang belum UMR. Kami juga faham kondisi yang dialami perusahaan namun kami berharap pihak perusahaan juga memahami kesulitan yang dialami karyawan ketika gaji tidak dibayar. Kebutahan keluarga harus dipenuhi apalagi sejak pandemic Covid-19, “ ungkapnya disela-sela unjuk rasa.

Wahyu Widianto, yang juga mewakili Serikat Pekerja PT JMI ini menambahkan, sebelumnya sejumlah upaya mediasi telah ditempuh dengan pihak perusahaan. Namun hasil mediasi tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan para karyawan.

“Malahan pihak perusahaan meminta dimaklumi akan kondisi keuangan yang sedang sulit. Untuk itu kami menggelar unjuk rasa meminta kepastian tanggal pembayaran gaji pokok. Gaji pokok saja belum pasti kapan (dibayarkan) apalagi uang lemburan,” katanya.

Menanggapi tuntutan tersebut, PT JMI yang diwakili oleh Departemen Keuangan dan Divisi Produksi mengatakan pembayaran gaji bulan Juni akan diberikan paling lambat tanggal 15 Agustus 2020 kemudian menyusul pembayaran gaji untuk bulan Juli.

“Saat ini tagihan perusahaan yang melakukan perbaikan kapal, banyak yang belum dibayar. Misalnya tagihan PT. PELNI sebanyak empat kapal, sampai sekarang belum dibayar. Tapi kami akan berupaya semaksimal mungkin agar gaji karyawan terbayarkan meski semua itu tergantung dari pemasukan tagihan,” ujar Kepala Departemen Keuangan PT JMI, Suharto.

Anggota DPRD Kota Semarang, Juan Rama.

Secara terpisah, anggota DPRD Kota Semarang, Juan Rama, mengatakan sebelumnya ia menerima aduan para pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja PT JMI. Mereka mengadukan terkait gaji pokok yang belum dibayar, uang lembur selama dua tahun yang juga belum dibayar dan BPJS yang tidak bisa diklaimkan padahal para karyawan sudah membayar iuran.

“Dengan adanya masalah ini saya harap Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang bisa mengambil sikap. Saya juga sudah memberikan masukan agar ada mediasi lagi antara PT JMI dan para karyawan. Apabila belum ada titik temu, para karyawan bisa mengirimkan surat aduan ke DPRD Kota Semarang,” ujarnya.

Nanti Komisi D DPRD Kota Semarang, yang salah satunya membidangi masalah ketenagakerjaan, akan menindaklanjuti dengan mediasi yakni mempertemukan pihak karyawan, perusahaan dan Disnaker Kota Semarang. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berharap pihak perusahaan bisa memberikan solusi dengan memberikan hak-hak para karyawan. Pasalnya, selama ini para karyawan masih melaksanakan kewajiban yaitu tetap bekerja sesuai dengan aturan perusahaan.

“Meski sama sama mengalami sulit apalagi sejak pandemic Covid-19, kami harap ada solusi bagi semua pihak adan tidak merugikan pihak manapun,” pungkasnya. (ot/mj)