Tanding di Pemalang, 3 Suporter Persibara Luka Parah 

PEMALANG, Mediajateng.net – Laga Final Klub Liga 3 Zona Jawa Tengah antara Persibara Banjarnegara melawan PSIP Pemalang di Stadion Mochtar, Pemalang Minggu (22/7/2018), berakhir ricuh. Bukan karena keributan antar pemain, melainkan perbuatan memalukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kejadian itu berawal ketika pertandingan berakhir. Kemudian pada saat bus yang membawa para pemain dan suporter Persibara Banjarnegara keluar dari pintu stadion, langsung mendapat penyerangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Koordinator Suporter Persibara, Wahono mengatakan, penyerangan itu tidak hanya terjadi saat keluar dari stadion. Rombongan bus tersebut juga mendapat penyerangan ketika sampai di depan Rumah Sakit Randudongkal Pemalang.

“Awalnya saya tidak tahu (kejadian itu,red). Karena saya mengawal para pemain dan manajement untuk penyerahan hadiah. Persibara Runner-up. Setelah itu, baru saya dapat info dari para suporter, bus mereka dilempari batu,” ungkapnya kepada mediajateng.net.

Wahono menambahkan,  total bus yang membawa para pemain dan suporter Persibara berjumlah 15 unit, ditambah satu mobil elf kecil dan satu unit mobil milik Satpol PP Banjarnegara.

“Informasi di lapangan, dua bus rusak parah dilempari batu. Korban dari suporter kena pecahan kaca ada 3 orang. Usai kejadian, korban langsung dibawa ke Puskesmas terdekat. Namun saat ini sudah dipindah dirawat di RSUD Banjarnegara,” katanya menjelaskan.

Pasca kejadian, Wahono mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan perwakilan supporter PSIP Pemalang. Hal ini dilakukan, untuk mengetahui kronologi kejadian. Saat kejadian berlangsung, oknum yang melakukan penyerangan tidak memakai kaos suporter PSIP.

“Para pelaku tidak menggunakan kaos merah, yang merupakan ciri khas kaos suporter PSIP. Dugaan sementara kami, para pelaku adalah oknum yang tidak bertanggung jawab. Entah darimana datangnya” jelasnya.

Pihaknya meminta agar kejadian serupa tidak terulang karena akan mencoreng nama baik dunia persepakbolaan Indonesia. Selain itu, stadion olahraga dan fasilitas pendukung untuk pertandingan liga seharusnya lebih representatif.

“Seperti pertandingan final (di Stadion Mochtar Pemalang), kita kecewa. Kondisi stadion kurang layak, lapangan bergelombang. Hanya penonton VIP yang bisa duduk,” katanya.

Seperti diketahui, laga final Liga 3 Zona Jawa Tengah antara PSIP Pemalang melawan Persibara berakhir 0-0. Namun setelah adu pinalti skor menjadi 5-4. (Otong-Mj)