Semua Petugas BRT Trans Semarang Telah Dibekali Pelatihan Service Excelent

SEMARANG, Mediajateng.net, – Petugas Tiketing BRT Trans Semarang sudah mendapatkan pembekalan tentang Service Excelent. Demikian diungkapkan Kepala Badan Layanan Umum Unit Pelaksana Teknis Dinas Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan, menanggapi viralnya berita di media sosial perihal perlakuan yang tidak menyenangkan dari seorang oknum petugas tiket di BRT Kota lain pada penumpang, belum lama ini.

“Bahkan proses rekruitmen dengan standar psikotest yg tinggi sesuai jabatan telah dilaksanakan sejak tahun 2017”, ujarnya menambahkan.

Seperti diketahui, sejak viralnya berita di medsos itu, banyak warga net yang bersimpati turut menanyakan perihal ini melalui akun media sosial BRT Trans Semarang yakni @transsemarang. Ade perlu mengklarifikasi kejadian  tersebut tidak terjadi di BRT Trans Semarang.

“Kejadian tersebut terjadi di kota Lain. Jika ada kemiripan soal armada, hal tersebut karena spesifikasi bus bantuan pemerintah pusat itu sama. Wajar jika warga net menanyakan hal tersebut karena mereka merasa bersimpati”, paparnya.

Sejak bergabung dengan Trans Semarang pada 3 Januari 2017, pria nomor satu di BLU UPTD Trans Semarang tersebut, terus melakukan pembenahan. Termasuk dalam proses seleksi karyawan. Jika sebelum bergabung di Trans Semarang proses rekruitment Karyawan BRT dilakukan mandiri, maka perubahan dilakukan setelah dirinya masuk. Yakni proses recruitment karyawan menggunakan seleksi ketat, termasuk adanya test psikologi.

“Petugas Tiketing  Armada (PTA) dan Petugas Tiketing Bus (PTS) sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat, dalam hal ini pengguna jasa BRT Trans Semarang. Mereka telah mendapatkan pelatihan dan training dari manajemen sebelum ditugaskan”, katanya.

Ade telah membekali para karyawan BRT Trans Semarang yang hingga Agustus 2019 yang berjumlah 810 dari semua divisi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa dengan Senyum, Sapa, Salam.

“Jika menemukan petugas kami yang dalam pelayanan masih dianggap kurang, pengguna jasa dapat menyampaikan melalui call center 1500094 yang akan menerima aduan, saran dan masukan sejak awal pelayanan pukul 5.30  hinggal akhir pelayanan pukul 19.00 dan juga media sosial @transsemarang”, jelasnya.

Ade bercerita jika pada saat awal bergabung dengan BRT Trans Semarang, penumpang BRT hanya 21.000 orang per hari, hingga Agustus 2019 jumlah penumpang meningkat hingga menjadi 33.000 orang dalam satu hari.

Salah satu terobosan yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah penumpang adalah dengan transaksi non tunai (cashless). Sejak bergabung, BRT Trans Semarang bekerjasama dengan perbankan untuk memudahkan penumpang dalam membayar tiket. Bahkan pembayaran dengan non tunai ini sering mengadakan promo.

“Kenapa pembayaran dengan non tunai saja yang sering  mendapatkan tarif spesial(promo), ini untuk meningkatkan transaksi non tunai (cashless). Pembayaran non tunai akan semakin memudahkan pengguna jasa dalam bertransaksi. Selain itu dengan transaksi non tunai lebih menghemat waktu, tambahnya.

Tersedia berbagai pembayaran non tunai yang dapat dimanfaatkan pengguna jasa, antara lain; Smart card BRT (E-BRT), BRIZZI, TapCash, LinkAja, OVO dan Go Pay. Go Pay dan LinkAja bahkan masih memiliki promo cashback 50%

Bagi Pengguna jasa yang ingin mendapatkan E-BRT, bisa menuju ke lokasi yang kami sediakan seperti Posko BRT di jalan Pemuda depan SMA N 5 Semarang, halte Imam Bonjol, halte Balaikota , maupun halte Simpang Lima.

Tarif BRT Trans Semarang sesuai Perwal 16A Tahun 2017, yakni umum Rp.3.500,- dan Pelajar/Mahasiswa/KIA Rp.1000.

Saat ini BRT Trans Semarang telah memiliki 7 koridor dan rute Bandara malam. Ketujuh koridor tersebut yakni Koridor 1 Mangkang – Penggaron, Koridor 2 Sisemut – Padiraya, Koridor 3 Pelabuhan – Elizabeth, Koridor 4 Terminal Cangkiran – Stasiun Tawang, Koridor 5 Meteseh – Marina, Koridor 6  UNDIP – UNNES, Koridor 7 Genuk – USM – Balaikota.

Rencana dioperasionalkannya BRT Trans Semarang koridor 8 yang akan melayani rute Cangkiran – Gunungpati – Goa Kreo – Manyaran – Kalibanteng – Balaikota -PP, pada tahun ini turut diungkapkan Ade.

“Koridor 8 ini akan dilayani  total 20 armada, terdiri 18 armada Siap Operasional dan 2 armada Siap Guna  Operasional (armada cadangan). Jarak tempuh sepanjang 53,9 km ditempuh armada dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam selama tempuh 150 menit”, jelasnya.

“Saat ini berbagai persiapan telah dilakukan, salah satunya kesiapan Shelter yang akan menjadi tempat tunggu penumpang”, pungkasnya. (ot/mj)