Media Jateng, Semarang, – Obyek Wisata Semarang Zoo (Kebun Binatang Semarang), yang berada di perbatasan wilayah Kota Semarang dengan Kaliwungu Kendal, sudah tidak lagi melayani atraksi gajah tunggang.
Hal ini dilakukan sebagai konsekuensi adanya Surat Edaran dari Kementerian Kehutanan tentang larangan gajah tunggang.
Alasannya, karena tulang punggung gajah bisa rusak, pertumbuhannya bisa terhambat dan berpengaruh pada bagian organ dalam gajah. Di Kebun Binatang Semarang ada 365 ekor binatang berbagai jenis, termasuk binatang yang dilindungi seperti harimau, orangutan dan gajah.
Salah satu hewan koleksi barunya adalah binatang kapibara, jenis hewan pengerat terbesar berasal dari Amerika Tengah.
Direktur Semarang Zoo, Bimo Wahyu Widodo mengatakan, di Bonbin Semarang ada tiga ekor gajah yang menjadi salah satu hewan favorit bagi pengunjung.
Sebelum ada larangan, banyak pengunjung yang naik gajah.
“Atraksi gajah tunggang itu salah satu favorit pengunjung,” kata Bimo, Senin (9/2/2026).
Bimo mengatakan, sebagai gantinya, hewan gajah diikutkan dalam program berinteraksi dengan bintang, berupa animal show bersama beberapa binatang lainnya. Pengunjung bisa foto bersama gajah dan memberi makan gajah.
“Kami sudah persiapkan program, yaitu animal show, yang di situ pengunjung bisa berinteraksi dengan gajah, seperti gajah melukis, memberi bunga kepada pengunjung atau foto bersama gajah,” jelasnya.
Salah satu pengunjung, Wawan, mengatakan, dirinya setuju dengan adanya larangan gajah tunggang. Alasannya, hewannya tinggi, sehingga cukup berbahaya bagi anak-anak dan demi kenyamanan gajah.
“Bagus itu kalau dilarang, karena gajah kan tinggi, jadi menurut saya berbahaya bagi anak-anak,” ujarnya.
Kebun Binatang Semarang dilengkapi berbagai wahana permainan, warung-warung makan dan UMKM. Pengunjung bisa membeli barang oleh-oleh seperti kaos, baju dan souvenir. (ot/mj)












