Sambut New Normal, Pegadaian Ajak Pegawai dan Nasabah Untuk Berhijrah

Semarang, Mediajateng.net, – PT Pegadaian Kanwil XI Semarang terus memberikan pelayanan meski dalam masa pandemi Covid-19. Salah satunya menggelar tausiyah virtual dalam rangka halal bihalal. Tema yang diangkat diacara itu yakni Pegadaian berhijrah ke kondisi new normal dalam melayani Indonesia.

Sebagai narasumber yang memberikan  tausiyah yakni ustadz Wijayanto dan disiarkan secara live streaming melalui google meet dan youtube PT Pegadaian (Persero) pada pukul 15.00 WIB, Selasa (16/6/2020).

EVP PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Mulyono mengatakan, tema tausiyah tersebut diambil karena pihaknya menginginkan ada perubahan dari insan Pegadaian dalam bertransformasi.

“Kebetulan juga kita tidak bisa mengurangi interaksi secara langsung atau pelayanan offline antara karyawan dengan nasabah. Jadi sangatlah tepat apabila kita berhijrah ke new normal dari kondisi saat ini,” kata Mulyono.

Selain itu, katanya, pihaknya juga ingin mengetuk pintu hati karyawan dan nasabah untuk berhijrah dalam menggunakan produk-produk Pegadaian. Termasuk juga mengajak para nasabah dari yang biasanya menggunakan layanan secara langsung atau offline ke layanan online.

“Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini bisa menggunakan layanan virtual melalui layanan pegadaian digital services atau layanan pegadaian syariah digital services,” jelasnya.

Berdasarkan data Pegadaian, hingga saat ini jumlah nasabah pegadaian secara nasional mencapai lebih dari 13,5 juta nasabah. Dari jumlah itu, 1,7 juta nasabah tercatat sebagai nasabah Pegadaian Kanwil XI Semarang.

Seiring dengan kondisi terkini akibat pandemi Covid-19, Mulyono mengatakan, dari jumlah nasabah yang cukup besar itu, tentunya ada sebagian yang mengalami kendala dalam menjalankan kewajiban pembayaran.

“Oleh karenanya, kami juga ingin nasabah dalam berinteraksi dengan Pegadaian dalam menggunakan layanan Pegadaian, terketuk bahwa hutang adalah kewajiban,” ucapnya.

Dengan saling menjalankan kewajibannya, baik pegawai atau karyawan Pegadaian dan nasabah, diharapkan bisa saling memberikan kebaikan dan keberkahan. Dengan begitu maka akan membawa kemajuan bagi Pegadaian sendiri dan juga nasabah.

Sementara itu dalam tausiyahnya, ustadz Wijayanto menyampaikan, halal bihalal tidak akan berhasil atau gagal manakala masih ada penyakit milenial yaitu SMS. Maksudnya SMS yaitu senang melihat orang susah, susah melihat orang senang.

“Jadi kita bisa dikatakan gagal dalam melakukan halal bihalal, gagal dalam melakukan pertemuan dalam satu kantor, kelihatannya duduk dalam satu kantor, tapi hatinya pecah,” katanya.

Oleh karena itu, menurutnya, tema kali ini sangat tepat terlebih saat ini masih bulan Syawal. Ia memaparkan, Syawal berarti peningkatan, dengan harapan setelah Ramadan maka akan menjadi lebih baik. Termasuk juga Pegadaian harus lebih baik dari kemarin.

Dikatakannya, untuk mencapai suatu keberkahan dalam bekerja, maka harus memenuhi empat hal. Yaitu niat kerja, cara kerja, bidang kerja dan terakhir hasil kerja.

“Niat kerja dalam hal ini, niat yang benar tentunya. Anda semua yang kerja di Pegadaian agar meniati kerja sebagai ibadah. Karena itu nanti yang menentukan bagaimana kerja kita. Karena kalau kerja tidak niat ibadah maka integritasnya sulit dijaga,” paparnya.

Tak hanya itu, jika nanti bekerja sudah tidak dengan hati, pengaruhnya ke kinerja. Sudah dipastikan team work orang tersebut rendah, budgeting rendah dan produktivitas juga rendah.

“Dengan begitu, orang tersebut sudah dipastikan mudah marah. Jika sudah demikian, bagaimana kita mau menuju keberkahan?” tambahnya.

Kemudian cara kerja. Ia menuturkan, di momentum idul fitri ini maka harus dijaga empat nilai. Yaitu nilai-nilai kebenaran, kebaikan, keindahan, dan kesucian. Yang mana idulfitri bisa diartikan kembali ke kebenaran, kembali ke kebaikan, kembali ke keindahan, dan kembali ke kesucian.

“Itulah idul fitri. Itu juga yang akan menyelamatkan kita ketika di akhirat. Maka kerja secara benar, secara profesional,” terangnya.

Begitu juga untuk bidang kerja dan hasil kerja. Keduanya juga harus disatukan dengan bagaimana niat bekerja. Sehingga, nantinya akan memperoleh hasil kerja yang baik dan membawa keberkahan bagi keluarga. (ot/mj)