Ramadan Tak Mampu Padamkan Api di Ponpes Sirojuth Tholibin

Grobogan, Mediajateng.net-Kantin pondok pesantren (Ponpes) Sirojuth Tholibin yang berada di desa Brabo kecamatan Tanggungharjo kondisinya kini rata dengan tanah. Hal itu dikarenakan kantin tersebut telah terbakar, Senin (4/6/2018). Dugaan terbakarnya kantin di lingkungan Ponpes yang kali pertama didirikan Al Maghfurlah Kyai Syamsuri Dahlan itu karena konsleting listrik.

Peristiwa itu terjadi pada pukul 09.30. Adanya kobaran api di kantin tersebut kali pertama diketahui seorang santri bernama Habib Indad (19) warga Wongsonegoro, kabupaten Boyolali. Ketika itu, Habib tengah bangun dari tidurnya kaget melihat kobaran api di dinding kantin. Ia pun berteriak memanggil temannya Ahmad Faiz (21) warga Demak. Keduanya berteriak hingga santri lainnya ikut panik.

“Waktu saya lihat ada dinding kantin sudah terbakar, saya panggil Ahmad Faiz, teman saya. Kami berdua teriak ‘kebakaran. kebakaran.’ Saya dan teman-teman langsung ke lokasi berusaha memadamkan api dengan alat seadanya,” tutur Habib Indad.

Mengetahui ada kebakaran di sekitar Ponpes, pengurus Ponpes pun langsung bertindak cepat. Sekretaris Ponpes, Aldi Rizki langsung menghubungi petugas Damkar Kecamatan Karangawen, kabupaten Demak, yang lokasinya terdekat dengan Ponpes. sembari melakukan pemadaman dengan alat yang ada.

“Karena api sudah membesar, usaha para santri memadamkan api tersebut tidak berhasil, apalagi barang – barang yang ada di dalam kantin adalah barang yang mudah terbakar. Berbahan kayu dan triplek ketika pihak Damkar datang di lokasi, bangunan kantin sudah habis terbakar,” kata Aldi Rizki saat memberikan keterangannya di Polsek Tanggungharjo.

Kapolsek Tanggungharjo AKP Darmono SH melalui Kanit Reskrim Aipda Arif mengatakan peristiwa kebakaran itu sangat cepat sehingga bangunan kantin itu hangus tak bersisa.

“Api cepat sekali membakar seluruh bangunan kantin beserta isinya, apalagi di dalam kantin banyak sekali barang – barang yang mudah terbakar,” terangnya, Selasa (5/6/2018).

Ditambahkan juga, akibat kebakaran tersebut kerugian yang dialami Ponpes Sirojuth Tholibin ini diperkirakan mencapai seratus juta rupiah, sedangkan untuk korban jiwa nihil.

“Total seluruh kerugian yang dialami Ponpes Sirojuth Tholibin akibat kebakaran itu mencapai Rp 100 juta yang terdiri dari uang tunai yang berada di dalam kantin sebesar Rp 20 juta, serta bangunan kantin yang terbuat dari kayu dan dinding triplek berbentuk limasan dengan ukuran 7 x 12 M, dan barang – barang dagangan yang berada di dalam kantin, berserta alat – alat elektronik lainya. Penyebab kebakaran ini adalah konsleting listrik,” jelasnya. (Ag-Mj)