Banjarnegara

POP YSMI Menggerakkan Pelestarian Budaya Banjarnegara

×

POP YSMI Menggerakkan Pelestarian Budaya Banjarnegara

Sebarkan artikel ini

Banjarnegara, mediajateng.net – Program Organisasi Penggerak (POP) Yayasan Sahabat Muda Indonesia (YSMI) yang bergotong royong dengan Direktorat Jenderal GTK Kemendikbudristek tidak hanya menggerakkan sekolah dan guru sasaran, namun juga menggerakkan upaya pelestarian kebudayaan yang ada di Banjarnegara.

Hal itu diungkapkan guru sasaran POP dari SMPN 2 Karangkobar Eko Yuwono, Minggu (12/12/2021).

Menurut Eko yang telah sukses membuat karya film “Ngelik, Sholawat Jawa” sebagai bahan pembelajaran, pasca dirinya membuat film tentang tradisi Ngelik untuk POP, sekarang banyak anak-anak muda yang menjadi tertarik dan berlatih tradisi Ngelik.

“Tadinya tradisi ini hampir punah. Tapi begitu kami membuat filmnya, dan kabarnya cukup viral, sekarang beberapa anak muda jadi tertarik dengan Ngelik, terutama di Desa Pagerpelah Kecamatan Karangkobar. Bahkan di desa lain juga ada yang tertarik untuk belajar Ngelik. Namun ada kendala, utamanya alat dan pendanaan” jelas Eko.

Hal sama dituturkan oleh instruktur POP yang juga Direktur Art Film Aziz Arifianto. Menurut Aziz, dengan 20 guru sasaran mengangkat tema sosial budaya untuk film pembelajaran, banyak pengaruhnya bagi guru sendiri dan bagi masyarakat.

“Dengan film-film mereka, masyarakat menjadi tahu bahwa sejarah dan budaya yang ada di sekitar mereka menarik dan bermakna jika dijaga dan didokumentasikan. Beberapa tempat yang tadinya kosong tanpa cerita seperti Watu Lembu, bendungan era kolonial BTW, waduk Mrica dan lain-lain, jadi ada cerita, ada narasi yang banyak sekali makna di dalamnya” ujar Aziz.

Ketua Umum YSMI yang juga Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kabupaten Banjarnegara Heni Purwono bahkan menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah juga akan turun ke Banjarnegara untuk meninjau beberapa bangunan yang diduga cagar budaya.

“Semoga hal ini menggerakkan Pemkab dan juga DPRD Banjarnegara untuk segera membuat Perda Cagar Budaya. Kekayaan cagar budaya Banjarnegara luar biasa, sayang jika tidak ada Perda yang melindunginya” tandas Heni. (MJ/50)