Nasabah Keluhkan Kredit Bank

Semarang-mediajateng.net

Seorang Nasbah Sebuah bank Nasional mengungkapkan kekecewaanya atas aplikasi kredit yang diduga dipalsukan sehingga mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Aplikasi yang diduga dipalsukan itu tidak sesuai dengan waktu pertama kali mengajukan kredit

Dari keterangan FJ, aplikasi yang dimaksud ini adalah aplikasi pengajuan kredit yang dilakukan pada tanggal 17 -20 Januari 2017. Saat itu FJ mengajukan kredit dengan agunan rumahnya yang senilai Rp.4 Milyar.

” rumah yang saya agunkan itu juga rekomendasi pihak bank atas gagalnya pengajuan kredit saya pada bulan Desember 2016 . Saat itu bagian consumer loan menyarankan untuk mencari agunan baru,” ungkap FJ

FJ ini mengajukan kredit untuk kedua kalinya setelah kredit pertamanya sebesar Rp.2 Milyar berjalan lancar dengan sistem auto debet atau rekening koran

“Saat itu saya pengen mengembangkan usaha dan ingin menaikan plafon kredit. Oleh pimpinan bank yang bernama FI saya dipertemukan dengan T. Berbagai persyaratan sudah saya berikan termasuk membayar beberapa kali sejumlah uang kepada T salah satu karyawan Bank itu dengan dalih membayar Appraisal , ” imbuhnya

Sedangkan untuk proses pengajuan kredit yang kedua disamping membayar DP senilai Rp. 100 juta dan pembayaran Appraisal dari nilai kredit yang saat itu bisa cair sebesar RP.3,1 Milyar menjadi Rp 3,2 Milyar

” pada pertemuan terakhir pihak bank memberikan bunga kredit sebesar 5,99% untuk tahun pertama sedang tahun kedua dikenakan 6,75% dengan syarat nasabah harus menyedikan dana Rp 1 Milyar guna dijadikan nasabah Prioritas,” beber FJ

Namun pada tanggal 13 maret 2017 ada pemberitauan dari pihak Bank bahwa pengajuan kreditnya ditolak dengan alasan yang tidak jelas.

” saya kecewa setelah proses 3 bulan dengan berbagai persyaratan dan ketentuan yang njlimet, apalagi saya harus mengikuti program prioritas dengan jumlah dana yang disetor Rp. 1 Milyar ini “jebakan batman” dan menyesatkan Nasabah,” bebernya.

Apalagi setelah ditelusuri bahwa dirinya tidak pernah mebuat aplikasi pengajuan kredit pada tanggal 1 maret 2017 lantaran aplikasi pengajuan kredit yang kedua dilakukan pada bulan Januari 2017. Untuk itu FJ menyarankan kepada masyarakat agar berhati hati dalam menyikapi promosi yang ditawarkan oleh Bank

” akan saya lihat perkembanganya dulu, kalau memungkinkan saya akan menempuh jalur hukum,” pungkasnya (MJ-303)