Mengenang Peralihan dengan Kirab Boyong Grobog

GROBOGAN, Mediajateng.net- Suasana jalur Grobogan-Purwodadi, Sabtu (3/3) pagi begitu berbeda. Bertempat di kelurahan Grobogan, alunan gending gamelan mengiringi merdunya suara pesinden. Seni karawitan ini menyambut datangnya Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni beserta jajaran OPD untuk mengikuti prosesi Boyong Grobog.

Dengan menggunakan kebaya bludru berwarna ungu, Bupati disambut langsung dengan pengalungan bunga dari kepala kelurahan Grobogan. Seluruh prosesi ini menggunakan tradisi Jawa. Terlihat dalam prosesi ini, seluruh panitia mengenakan pakaian adat Jawa.

Usai mendengarkan sekapur sirih dari sekretaris daerah, Moh Soemarsono, grobog (kotak) berisi pusaka dikirab menuju ke pendopo Kabupaten Grobogan di Purwodadi. Sebagai kesatria Manggala Yudha, yakni Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano dan Dandim 0717 Purwodadi, Letkol Teguh Cahyadi berada pada barisan pertama. Keduanya menaiki kuda layaknya para ksatria kerajaan. Mereka mengiringi perjalanan Bupati yang didampingi ajudan dan diikuti jajaran OPD serta kepala desa se Kabupaten Grobogan menuju pendopo Purwodadi.

Seluruh lapisan masyarakat ikut menyaksikan jalannya kirab ini. Terlihat di sepanjang jalan Grobogan-Purwodadi, para pelajar menyambut kedatangan rombongan peserta kirab. Selain itu, warga sekitar juga terdengar memanggil nama Bupati sambil melambaikan tangan dari pinggir jalan.  Sebagai balasan, Bupati beserta rombongan menyapa masyarakat dengan lambaian tangan dan senyum.

“Wah saya nggak tahu kalau ada kirab. Ternyata hari ini ada kirab. Saya senang bisa lihat kirab ini,” kata Lina, warga Getasrejo.

Terlihat juga Sekda Grobogan Moh Soemarsono beserta istri, Ketua DPRD Kabupaten Grobogan Agus Siswanto, SSos beserta istri, ketua Kejari Grobogan Edi Handojo beserta istri, ketua PN Grobogan Cyrilla Nur Endah Sulistyaningrum SH MH, serta Kepala Disporabudpar, Karsono MPd beserta istri mengikuti kirab ini dengan menaiki kereta kuda.

Sesampainya di pintu masuk Kabupaten Grobogan, rombongan kirab yang juga melibatkan 50 personel prajurit dari Keraton Surakarta dan Sekar Kedaton dari SMAN 1 Grobogan ini disambut para staf ahli bupati, asisten Sekda, dan para kasepuhan dari Keraton Surakarta dengan membawa bokor berisi air. Asisten I, Ahmadi Widodo mempersilakan Bupati Grobogan membasuh tangan sebelum masuk ke pendopo.

Bupati Sri Sumarni menjelaskan, prosesi boyong grobog merupakan prosesi yang menceritakan sejarah perpindahan pusat pemerintahan di Kabupaten Grobogan.

“Boyong grobog menceritakan adanya perpindahan pusat pemerintahan dari Kecamatan Grobogan ke Purwodadi,” katanya.

Prosesi ini, terus digelar agar kaum muda tidak lupa tentang adanya sejarah perpindahan. Pakaian yang dikenakan pun pakaian jaman dulu dan sarana yang digunakan seperti kuda dan andong.

Tradisi boyong grobog, kata Sekda Kabupaten Grobogan, Moh Sumarsono, sekaligus menjawab tanda tanya sebagian orang kenapa nama kabupaten Grobogan namun pusat pemerintahanya ada di Purwodadi. “Prosesi ini menjawab kenapa Kabupaten Grobogan pusat pemerintahanya tidak di Grobogan namun di Purwodadi,” katanya.(agung-Mj)