Mencengangkan! Ramadan Belum Usai, Rampasan Barang Haram Ini Capai 12.000 Botol

GROBOGAN, Mediajateng.net – Sampai Minggu ketiga bulan Ramadan, Polres Grobogan telah menyita minuman keras sebanyak 12.000 botol. Hasilnya pasa, Rabu (6/6) disaksikan sejumlah pejabat dan masayrakambarang haram tersebut dimusnahkan.

Minuman keras tersebut dimusnahkan usai apel pasukan Ops Ketupat Candi 2018. Seluruh miras dari berbagai merk ini dihancurkan dengan alat berat wales di Alun-alun Purwodadi, Rabu (6/6)

Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq mengatakan ribuan botol miras yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil operasi masyarakat (Pekat) selama bulan Ramadan 2018.

Polres Grobogan melakukan pemusnahan barang bukti hasil sitaan sebanyak 12 ribu botol minuman keras (miras).

“Sekitar 12 ribu botol miras ini didapat dari hasil operasi pekat sepanjang bulan suci Ramadan ini kita musnahkan,” jelasnya di hadapan para wartawan.

Ribuan miras yang disita terdiri dari beberapa jenis di antaranya 301 botol congyang, 369 botol anggur 500, 321 botol anggur kolesom, 1341 botol bir, 204 botol anggur merah, 341 botol Tommy Stanley, 211 botol kole, 43 botol beras kencur, 9593 botol ciu sert 32 dirigen arak.

“Penyitaan miras diperlukan guna menurunkan angka kriminalitas di Kabupaten Grobogan. Semaksimal mungkin agar tindak kriminalitas di Kabupaten Grobogan bisa diminimalisir,” jelasnya.

Dalam apel tersebut hadir Bupati Grobogan Sri Sumarni yang juga ikut memusnahkan satu dari ribuan botol miras tersebut. Dalam paparannya, Sri Sumarni mengatakan miras ini berdampak negatif bagi lingkungan dan sering menelan korban jiwa.

“Banyak orang meninggal dunia karena miras. Karena itu, maka sangat penting dilakukan pemusnahan. Hal ini untuk melindungi generasi muda. Untuk mengakomodasi hal tersebut, kita terbitkan Perda No 15 tahun 2014 tentang ketertiban umum,” pungkas Sri Sumarni. (Ag-Mj)