Mas Hendi : Jika Tidak Tertampung, PKL Tunggu Yang Permanen

SEMARANG, Mediajateng.net- Terkait demo yang sempat dilakukan pedagang kaki lima (PKL) Taman Mentri Soepeno, Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyebutkan Ketua Paguyuban pedagang telah mengakui kesalahan dan memohon maaf terkait cara komunikasi yang kurang tepat kepada Pemerintah.

“Saya menyampaikan jangan khawatir terkait relokasi, kalaupun di Shelter Pandanaran 2 gak cukup, nanti akan ditempatkan di shelter sementara sambil menunggu shelter yang permanen,” katanya, pada Mediajateng.net, Selasa (6/3/18).

“Pihaknya berharap masyarakat terus mensuport pembangunan yang dilakukan pemerintah Kota. Taman KB akan ditata lebih bagus. Harapannya, banyak orang yang datang dan nantinya yang untuk bukan Pak Hendi, melainkan para PKL,” katanya.

Pemanfaatan Taman Menteri Supeno akan menjadi taman budaya pertama di Jawa Tengah dengan konsep panggung luar ruangan. Tempat itu akan digunakan sebagai wadah ekspresi seniman dan pekerja seni yang dapat dinikmati secara geratis masyarakat Jawa Tengah yang singgah di Kota Semarang.

Taman Indonesia Kaya dibangun oleh Bakti Budaya Djarum Foundation dan akan dihibahkan ke Pemerintah Kota Semarang. Rencananya taman diresmikan bersamaan dengan ulang tahun Kota Semarang yang akan jatuh pada Mei 2018.

Taman seluas 5.000 meter persegi ini akan memiliki sebuah panggung luar ruangan yang dapat digunakan para seniman sebagai wadah menampilkan karya mereka. Masyarakat dapat menikmati beragam seni budaya dari para seniman, khususnya Jawa Tengah yang akan ditampilkan satu kali dalam setiap bulan.

Walikota Hendi mengapresiasi, apa yang dilakukan oleh Djarum Foundation ini merupakan upaya untuk terus memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan Indonesia. Khususnya, generasi muda agar tidak kehilangan identitasnya sebagai bangsa Indonesia.

“Kami semua tentu berharap kehadiran Taman Indonesia Kaya ini dapat menciptakan dan mengembangkan lebih banyak lagi seniman dan orang-orang kreatif di Jawa Tengah. Apalagi kehadiran Taman Indonesia Kaya ini memberikan warna baru bagi Kota Semarang dan dapat menjadi rumah bagi para seniman Jawa Tengah, yang bisa digunakan untuk berbagai macam kegiatan dan pertunjukan,” ujar Hendi.

Ia mengungkapkan ruang publik seperti ini dibutuhkan, terutama bagi seniman dan komunitas kreatif agar dapat menciptakan ide-ide baru. “Kami sangat mendukung upaya apapun untuk mengembangkan seni budaya Jawa Tengah dan mendorong lebih banyak lagi orang-orang kreatif, khususnya generasi muda,” katanya.(edo-Mj)